Hari Kanker Anak Sedunia 2025: “Inspiring Action”

Hari Kanker Anak Sedunia 2025: “Inspiring Action”
# Hari Kanker Anak Sedunia 2025: “Inspiring Action”
Kanker pada anak adalah salah satu jenis penyakit tidak menular yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal tidak terkendali di dalam tubuh anak-anak dan dapat menyerang berbagai organ maupun jaringan. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2025, sekitar 400.000 anak-anak dan remaja berusia 0-19 tahun mengidap kanker setiap tahun. Di Indonesia, menurut data dari Global Cancer Observatory (Globocan) pada tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 pasien kanker anak baru setiap tahunnya. Dari angka tersebut, Leukemia menempati posisi pertama dengan 3.880 pasien (34,8%), kanker getah bening sekitar 640 pasien (5,7%), dan kanker otak 637 pasien (5,7%). Sementara itu, angka kesembuhan kanker anak di Indonesia kurang dari 30% kasus. Hal ini umumnya disebabkan oleh keterlambatan diagnosis karena gejala dini kanker anak tidak dikenali, sehingga pengobatannya pun tidak optimal.
Penyakit kanker pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang mempengaruhi banyak keluarga di seluruh dunia. Meskipun penyakit ini jarang terjadi jika dibandingkan dengan pada orang dewasa, namun dampaknya sangat besar baik dari segi fisik, emosional, maupun sosial. Mengingat pentingnya penyakit kanker pada anak untuk diperhatikan, maka setiap tanggal 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia. Tema Hari Kanker Anak Sedunia tahun 2025 adalah “Inspiring Action” (Aksi Yang Menginspirasi). Salah satu tujuan memperingati momentum kesehatan ini adalah untuk mengajak masyarakat, pemerintah, tenaga medis, dan organisasi non-pemerintah untuk lebih aktif dan terlibat dalam upaya penanggulangan kanker pada anak. Hari Kanker Anak Sedunia bukan hanya tentang meningkatkan kesadaran, tetapi juga mendorong tindakan nyata untuk memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi anak-anak penderita kanker.
Pengobatan kanker pada anak bukan hanya sebagai upaya untuk memperpanjang umur semata-mata, tetapi untuk mencapai kesembuhan dari kanker itu sendiri. Potensi anak untuk sembuh dari kanker sangat bergantung pada jenis kankernya, tingkat pertumbuhan kanker pada saat pertama kali ditemukan, dan waktu mulai pengobatan. Kanker pada anak tidak mungkin untuk dicegah, maka strategi yang paling efektif untuk mengurangi beban dan meningkatnya kanker pada anak adalah fokus pada diagnosa yang cepat dan benar serta ditindaklanjuti dengan terapi dan pengobatan yang tepat.
Adapun jenis-jenis kanker yang sering muncul pada anak antara lain :
- Retinoblastoma (kanker bola mata) adalah kanker mata yang memengaruhi retina, bagian mata yang mendeteksi cahaya. Ciri-ciri kanker retinoblastoma adalah:
- Mata terlihat “terang” atau pupil yang tampak putih (dalam foto dengan kilatan)
- Mata terbelalak atau terpengaruh oleh pergerakan mata yang tidak normal
- Mata yang merah atau teriritasi
- Gangguan penglihatan atau kesulitan melihat dengan satu mata
- Osteosarkoma (kanker tulang) adalah kanker yang terjadi di sekitar sendi, terutama di lutut atau lengan bawah dengan ciri-ciri sebagai berikut:
- Nyeri tulang yang sering kali bertambah buruk
- Pembengkakan atau benjolan pada tulang yang terpengaruh
- Patah tulang tanpa sebab yang jelas (terutama pada tulang besar)
- Kehilangan mobilitas atau kelincahan pada bagian tubuh yang terpengaruh
- Leukemia (kanker darah) adalah jenis kanker yang berkembang pada sel darah putih (limfosit) yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Adapun cirinya yaitu:
- Timbulnya kelelahan dan/atau anemia (kulit pucat, lemas, dan sesak napas)
- infeksi berulang (sariawan, sakit tenggorokan, demam, keringat, batuk, sering buang air kecil disertai iritasi, luka dan goresan yang terinfeksi, dan bisul)
- meningkatnya memar dan pendarahan
- Kanker otak dan Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah kanker yang memengaruhi berbagai bagian otak dan persyarafannya. Ciri-ciri kanker ini yaitu :
- Sakit kepala yang parah atau berulang, terutama di pagi hari
- Muntah tanpa sebab jelas
- Kehilangan keseimbangan atau koordinasi
- Gangguan penglihatan dan bicara
- Perubahan perilaku atau mood
- Kejang
- Tumor ganas pada ginjal (Tumor Wilms), hati (Hepatoblastoma), dan sistem saraf (Neuroblastoma) adalah kanker yang sering diawali dengan adanya benjolan di perut dan tampak perut yang membuncit dengan cepat. Adapun ciri dari kanker ini yaitu:
- Nyeri perut, sembelit atau diare, gangguan berkemih
- Demam
- Kehilangan nafsu makan
- Penurunan berat badan
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti faktor risiko dan penyebab kanker pada anak. Namun dugaan saat ini kanker pada anak dipengaruhi oleh interaksi dari 4 faktor, yaitu genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Belum semua jenis kanker pada anak mempunyai metode untuk deteksi dini, selain itu kanker pada anak juga tidak dapat dicegah. Namun ada baiknya bagi para orang tua untuk mengajarkan perilaku CERDIK pada anak sedini mungkin agar terhindar dari berbagai jenis kanker yang timbul di usia dewasa.
CERDIK merupakan singkatan yang terdiri dari:
- Cek kesehatan secara berkala;
- Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok;
- Rajin aktifitas fisik;
- Diet sehat dan seimbang;
- Istirahat cukup;
- Kelola stres.
Mencegah dan mengatasi kanker pada anak memerlukan kerjasama antara orang tua, tenaga medis, dan masyarakat luas. Pentingnya pendidikan tentang kanker, deteksi dini, serta fasilitas kesehatan yang memadai menjadi kunci utama untuk memberikan penanganan yang lebih efektif dan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang terdiagnosis kanker. Dengan upaya bersama dan perhatian yang lebih besar terhadap kanker pada anak, kita dapat memberikan harapan dan dukungan yang lebih baik bagi masa depan mereka. Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap kanker anak, diharapkan akan semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan dan lebih banyak anak yang mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat.
Penulis : Ns. Aprilia Siti Solehat, S.Kep
Referensi :
Warning signs of cancer in children. Cancer Council. World Health Organization; Available from https://www.cancer.org.au/health-professionals/resources/warning-signs-of-cancer-in-children Di akses pada 14 Februari 2025
World Health Organization (WHO). 2021. Childhood Cancer. Available from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children Di akses pada 14 Februari 2025
Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). Available from https://www.yoaifoundation.org/kanker-anak.php Diakses pada 14 Februari 2025
# Hari Kanker Anak Sedunia 2025: “Inspiring Action”