AMANKAH PENDERITA DIABETES MELLITUS BERPUASA ?

AMANKAH PENDERITA DIABETES MELLITUS BERPUASA ?
AMANKAH PENDERITA DIABETES MELLITUS BERPUASA ?
Ibadah puasa di Bulan Ramadhan merupakan salah satu kewajiban umat Muslim di seluruh dunia. Namun bagi penderita diabetes, diperlukan beberapa persiapan sebelum puasa agar tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan kesehatan akibat proses metabolisme yang terganggu.
Bagi penderita diabetes, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan jadwal minum obat penting untuk diperhatikan selama berpuasa. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi berupa kadar gula darah turun secara drastis (hipoglikemia) atau justru menjadi sangat tinggi (hiperglikemia).
TIPS BERPUASA DENGAN AMAN BAGI PENDERITA DIABETES
- Jangan Melewatkan Makan Sahur
Bagi penderita diabetes, waktu makan sahur tidak boleh dilewatkan agar cadangan energi selama berpuasa cukup dan tidak terjadi hipoglikemia.
- Tetap Makan 3 Kali Sehari
Sarapan bisa diganti dengan makan sahur, makan siang diganti dengan makan saat buka puasa, dan makan malam dilakukan setelah sholat Tarawih. Saat makan sahur, dianjurkan mendekati waktu Imsak atau waktu Subuh. Sedangkan saat berbuka, dianjurkan sesegera mungkin. Hal ini dilakukan agar kadar gula darah tidak turun terlalu lama.
- Hindari Makan Berlebihan Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Mengatur porsi makan sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah dan berat badan. Meski tubuh lapar, disarankan untuk tidak makan terlalu banyak saat buka puasa. Awali dengan takjil, lalu konsumsi makanan bergizi seimbang dalam porsi secukupnya.
- Konsumsi Makanan Yang Mengandung Tinggi Protein, Karbohidrat Kompleks dan Tinggi Serat
Pengidap diabetes disarankan memperbanyak asupan makanan yang mengandung protein yang tinggi. Tujuannya adalah supaya stamina tetap terjaga sepanjang hari tanpa harus merasakan lapar yang berlebihan. Makanan yang disarankan adalah ikan, telur, daging sapi, tempe, atau tahu, dan bisa pula ditambah dengan susu sapi murni.
Juga pola makan pengidap diabetes saat puasa adalah membiasakan diri mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, khususnya karbohidrat kompleks seperti gandum, oatmeal, sereal atau beras merah serta makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan. Jenis-jenis makanan tersebut bisa membantu menjaga kestabilan gula darah dan memberikan sensasi rasa kenyang yang cukup lama di lambung. Dengan begitu, pengidap diabetes tidak akan merasakan perut lapar di siang hari bahkan menjelang buka puasa.
- Hindari Gorengan dan Makanan yang Terlalu Manis
Mengonsumsi gorengan menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh, dan secara tidak langsung akan meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, penderita diabetes juga disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu manis untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Hindari Junk Food atau Makanan Siap Saji
Pengidap diabetes sebaiknya juga menerapkan kedisiplinan untuk tidak menyantap apapun makanan dalam bentuk makanan siap saji. Makanan jenis ini adalah makanan yang tidak sehat, karena tingginya lemak dan kolesterol serta rendah nutrisi. Makanan berbahaya yang paling banyak disukai pengidap diabetes adalah jenis jeroan yang meliputi kulit ayam, sayap ayam, usus, babat, jantung, ati dan ampela.
- Minum Air putih yang Cukup untuk Mencegah Dehidrasi
Konsumsi air putih lebih dianjurkan, ketimbang minuman manis atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Minuman berkafein menyebabkan lebih sering buang air kecil, sehingga memicu dehidrasi.
- Periksa Gula Darah Secara Teratur
Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan sendiri di rumah dengan alat pengukur gula darah. Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan 2-4 kali sehari, yaitu setelah sahur, selama berpuasa, dan setelah berbuka puasa. Hal ini penting untuk menghindari hipoglikemia ataupun hiperglikemia. Jika kadar gula darah Anda kurang dari 70 mg/dl atau lebih dari 300 mg/dl, dianjurkan untuk membatalkan puasa.
- Rutin Berolahraga
Berolahraga saat puasa baik untuk menjaga kebugaran, dengan intensitas ringan atau sedang (misal: jalan kaki, jogging, bersepeda) asalkan tidak berlebihan. Bagi penderita diabetes, aktivitas fisik yang berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia. Shalat Tarawih yang dilakukan setelah berbuka puasa bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk olahraga sekaligus ibadah.
- Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter
Selama menjalani ibadah puasa, penderita diabetes perlu tetap mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Bila perlu, dokter akan mengatur ulang jadwal konsumsi obat agar sesuai dengan jadwal makan selama bulan puasa. Kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda, sehingga sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani ibadah puasa. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan minimal 2 bulan sebelum bulan puasa tiba. Apabila saat berpuasa anda merasa pusing, sakit kepala, lemas, jantung berdebar-debar, keringat dingin, tubuh gemetar, dan seperti akan pingsan, segera hentikan puasa dan periksakanlah diri ke dokter terdekat.
Contoh Menu Ramadhan bagi pasien Diabetes Mellitus:
Penulis:
Sumber :
Cornell Health. Tips for Healthy Ramadhan Fasting. https://health.cornell.edu/about/news/ramadan-fasting diakses pada 10 Maret 2025
Perkeni. 2022. Edukasi Dasar Untuk Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Yang Menjalani Puasa Ramadan. https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2022/03/Sinopsis-Tatalaksana-DM-Tipe-2-selama-puasa-Ramadan-PERKENI-2022.pdf diakses pada 10 Maret 2025
Alodokter. 2023. Panduan Berpuasa bagi Penderita Diabetes https://www.alodokter.com/panduan-berpuasa-bagi-penderita-diabetes diakses pada 10 Maret 2025