Blog

Hari Jantung Sedunia

eflyer web (2)
Artikel Kesehatan

Hari Jantung Sedunia

Berdasarkan laporan Kemenkes RI, penyakit jantung menjadi penyebab kematian kedua di Indonesia setelah penyakit stroke. Banyak yang menganggap bahwa penyakit ini menyerang pada usia tua, namum penerapan gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit ini timbul pada usia muda. Fakta menunjukkan sebanyak 20% orang yang mengalami serangan jantung masih berusia kurang dari 40 tahun.

Penyebab penyakit jantung dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Beberapa faktor risiko umum yang dapat menyebabkan penyakit jantung antara lain:

  1. Kolesterol Tinggi

Kolesterol berlebih merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap pembentukan plak aterosklerotik. Plak ini meningkatkan kemungkinan terjadinya berbagai dampak klinis negatif, termasuk penyakit arteri koroner, penyakit arteri perifer, aneurisma aorta, dan stroke. Kontributor utama peningkatan risiko pembentukan hal tersebut adalah tingginya kadar low-density lipoprotein (LDL) dalam darah. Target kolesterol yang baik adalah kolesterol total <200 mg/dL dengan HDL ≥40 mg/dL pada laki-laki dan ≥50 mg/dLpada wanita.

2. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menambah beban kerja jantung dan merusak pembuluh darah. Hipertensi yang berkepanjangan merupakan faktor risiko utama berkembangnya penyakit jantung termasuk penyakit aterosklerotik, gagal jantung, penyakit katup, fibrilasi atrium serta penyakit serebrovaskular, penyakit ginjal kronis, penyakit retina, dan penyakit metabolik. Hampir separuh stroke dan penyakit jantung iskemik disebabkan oleh hipertensi berkelanjutan. Jika tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg, pemeriksaan dapat diulang setiap 2 tahun sejak umur 20 tahun. Namun apabila lebih tinggi dari 120/80 atau ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga, pemeriksaan dapat diulang lebih sering. Pemeriksaan tekanan darah juga dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan tensimeter digital terkalibrasi.

3. Faktor Pola Hidup (merokok, diet, aktivitas fisik)

Pada usia 20 tahun, gaya hidup sehat dan pemantauan rutin faktor kesehatan jantung lebih dari sekedar anjuran, melainkan kebutuhan untuk kesejahteraan jangka panjang. Individu yang berisiko rendah harus terus mempertahankan gaya hidup sehat. Sementara itu untuk individu yang berisiko namun tidak memiliki gejala, penilaian ini diikuti dengan saran untuk melakukan perubahan gaya hidup tertentu seperti berhenti merokok, mengonsumsi makanan sehat, memperbanyak serat, mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh, dan berolahraga secara teratur. Jika perlu, diberikan obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan diabetes. Individu yang berisiko dan bergejala dapat menjalani terapi baik dengan obat-obatan atau tindakan medis sesuai dengan penyakitnya.

Pemeriksaan kesehatan jantung ternyata tidak menunggu hingga muncul gejala, melainkan sejak usia muda (sejak 18 hingga 20 tahun). Pemeriksaan kesehatan jantung di usia muda merupakan pendekatan proaktif untuk mencegah penyakit kardiovaskular dengan mengidentifikasi faktor risiko sejak dini, mendorong gaya hidup sehat, dan mengatasi potensi masalah sebelum menjadi penyakit. Pemeriksaan tersebut berkontribusi terhadap kesehatan jangka panjang dan mengurangi kemungkinan timbulnya masalah terkait jantung di kemudian hari. Namun, perlu diketahui bahwa artikel ini mencakup pedoman umum dan tidak dapat menggantikan konsultasi dengan dokter. Konsultasi dokter disarankan untuk rekomendasi yang lebih sesuai keadaan masing-masing individu.

4. Diabetes

Waktu dan frekuensi pemeriksaan gula darah dibagi berdasarkan resiko populasi. Pada populasi umum yang memasuki usia 40 tahun, screening gula darah disarankan dilakukan setiap 1 tahun. Individu berusia 18-39 tahun tanpa faktor risiko yang jelas, disarankan memeriksa gula darah setiap 2 tahun. Sementara itu, screening dilakukan lebih sering pada individu dengan faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Individu dengan riwayat keluarga diabetes dapat memulai skrining tahunan pada usia 18 tahun. Pada individu yang kelebihan berat badan atau obesitas, disarankan untuk melakukan screening tahunan untuk glukosa darah puasa. Individu yang memiliki darah tinggi atau hipertensi juga disarankan untuk melakukan screening tahunan untuk glukosa darah puasa. Populasi ibu hamil disarankan untuk melakukan screening diabetes pada kehamilan pada visit prenatal pertama dan diulangi pada usia gestasi 24-28 minggu pada individu yang beresiko tinggi. Kadar gula darah yang dikategorikan normal mencakup gula darah puasa < 100 mg/dL.

Gejala penyakit jantung dapat bervariasi tergantung pada jenis penyakit jantung yang dialami seseorang. Beberapa gejala umum yang mungkin timbul meliputi:

  1. Nyeri atau ketidaknyamanan di dada (angina).
  2. Sesak napas atau sulit bernapas.
  3. Kelelahan yang berlebihan.
  4. Pusing atau pingsan.
  5. Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau area lainnya.
  6. Detak jantung yang tidak teratur atau berdebar-debar.
  7. Nyeri atau ketidaknyamanan di bagian atas perut, punggung, atau lengan.

Pencegahan penyakit jantung sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penyakit jantung antara lain:

  1. Mengadopsi Gaya Hidup Sehat: Mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan mengelola stres.
  2. Memantau Tekanan Darah dan Kolesterol: Memantau tekanan darah dan kolesterol secara teratur dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga agar dalam batas normal.
  3. Menjaga Berat Badan yang Sehat: Memelihara berat badan yang sehat dengan menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik.
  4. Menghindari Konsumsi Alkohol Berlebihan: Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  5. Menjaga Kesehatan Mental: Mengelola stres dan menjaga kesehatan mental secara keseluruhan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

 

Penulis: Ifon Ammalia, S.Farm (Tenaga Teknis Kefarmasian di Klinik IPB Dramaga)

 

Referensi:

  1. American Heart Association. (2022). Heart Disease and Stroke Statistics.
  2. Arnett DK, Blumenthal RS, Albert MA, et al. (2019). ACC/AHA Guideline on the Primary
  3. Prevention of Cardiovascular Disease: Executive Summary: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines (published correction appears in Circulation). 2019

 

#KlinikIPBDramaga

#IPBUniversity

Recent Posts

Categories