HARI AKTIVITAS FISIK SEDUNIA: PENTINGNYA HIDUP AKTIF UNTUK KESEHATAN

HARI AKTIVITAS FISIK SEDUNIA: PENTINGNYA HIDUP AKTIF UNTUK KESEHATAN
Gaya hidup modern saat ini cenderung membuat masyarakat semakin kurang bergerak. Aktivitas sehari-hari yang banyak dilakukan dengan duduk, seperti bekerja di depan komputer atau menggunakan gadget, menyebabkan meningkatnya gaya hidup sedentari (kondisi atau pola hidup dengan aktivitas yang sangat rendah). Kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular. Oleh karena itu, diperingati Hari Aktivitas Sedunia setiap tanggal 6 April sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan. Peringatan ini pertama kali dipromosikan oleh organisasi kesehatan global seperti World Health Organization sebagai bagian dari kampanye untuk mendorong masyarakat dunia agar lebih aktif secara fisik. Tujuan utamanya adalah menurunkan angka penyakit akibat kurangnya aktivitas fisik.
Pengertian Aktivitas Fisik
Menurut World Health Organization, aktivitas fisik didefinisikan sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik mencakup berbagai gerakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat bekerja, melakukan pekerjaan rumah, bepergian, maupun kegiatan rekreasi dan olahraga. WHO menegaskan bahwa aktivitas fisik tidak hanya terbatas pada olahraga formal seperti lari atau senam, tetapi juga mencakup aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, membersihkan rumah, berkebun, serta bermain.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan sesuai anjuran dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk menurunkan risiko penyakit tidak menular, menjaga berat badan ideal, serta meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup, berikut manfaat aktivitas fisik:
- Kesehatan Fisik
- Membantu menjaga berat badan ideal
- Meningkatkan kesehatan jantung
- Mengurangi risiko penyakit seperti diabetes dan hipertensi
- Kesehatan Mental
- Mengurangi stres dan kecemasan
- Meningkatkan suasana hati (mood)
- Mencegah depresi
- Kualitas Hidup
- Meningkatkan energi dan produktivitas
- Membantu tidur lebih nyenyak
Dampak Kurangnya Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:
- Obesitas
- Penyakit jantung
- Diabetes melitus
- Penurunan kebugaran tubuh
- Gangguan kesehatan mental
Menurut World Health Organization, kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama kematian global.
Rekomendasi Aktivitas Fisik
World Health Organization merekomendasikan aktivitas fisik sebagai berikut:
- Minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, atau
- 75 menit aktivitas berat per minggu
Contoh aktivitas yang mudah dilakukan:
- Jalan kaki 30 menit setiap hari
- Naik tangga dibanding lift
- Olahraga ringan di rumah
Peran Masyarakat dan Pemerintah
Upaya meningkatkan aktivitas fisik tidak hanya tanggung jawab individu, tetapi juga masyarakat dan pemerintah, seperti:
- Menyediakan fasilitas olahraga publik
- Mengadakan kampanye hidup sehat
- Edukasi sejak usia dini di sekolah
Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa cara sederhana untuk meningkatkan aktivitas fisik:
- Mengurangi waktu duduk terlalu lama
- Berjalan kaki ke tempat dekat
- Melakukan peregangan di sela aktivitas
- Mengikuti kegiatan olahraga rutin
Hari Aktivitas Fisik Sedunia menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Dengan membiasakan hidup aktif, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit. Oleh karena itu, mari mulai dari langkah kecil untuk hidup lebih sehat dan aktif setiap hari.
Penulis: Anisa Permatasari (Tenaga Teknis Kefarmasian di Klinik IPB Dramaga)
Reference:
World Health Organization. (2020). Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Aktivitas Fisik untuk Kesehatan.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Benefits of Physical Activity. Global Action Plan on Physical Activity 2018–2030 (WHO).