Blog

Hari Anak Balita Nasional

Hari Anak Balita Nasional 2026
Artikel Kesehatan

Hari Anak Balita Nasional

Hari Anak Balita Nasional diperingati di Indonesia setiap tanggal 8 April, merupakan sebuah inisiatif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan dan perkembangan balita. Peringatan ini didedikasikan agar mendorong orang tua dan masyarakat untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak-anak mereka, terutama yang berada dalam rentang usia balita (12 hingga 59 bulan). Tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk mengkampanyekan kepada masyarakat pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.

Menurut Kemenkes RI anak-anak balita umur 0-5 tahun adalah golongan yang paling rawan terhadap gizi. Anak-anak balita biasanya menderita bermacam-macam infeksi serta berada dalam status gizi rendah. Salah satu permasalahan gizi pada balita adalah underweight (berat badan rendah akibat gizi kurang). Underweight adalah kegagalan bayi untuk mencapai berat badan ideal, yang juga bisa mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan sesuai usianya dalam jangka waktu tertentu. Gangguan ini disebabkan karena bayi kekurangan energi dan zat-zat gizi yang dibutuhkan sesuai usianya, sehingga pertumbuhan pada balita bervariasi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan balita. Beberapa faktor mungkin tidak mengkhawatirkan, tapi faktor lainnya mungkin perlu diwaspadai.

 

Tahap Tumbuh Kembang Balita yang Ideal

Tumbuh kembang anak dapat diperhatikan dari dua aspek, yaitu:

  1. Pertumbuhan yang menggambarkan perubahan fisik pada anak
  2. Perkembangan yang menggambarkan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks

Selama fase balita, anak tidak hanya mengalami pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kemampuan tubuhnya secara keseluruhan. Memasuki masa balita, anak akan mulai mampu mengasimilasi dan mengakomodasi informasi dari lingkungan sekitarnya melalui penggunaan indera seperti penglihatan, pendengaran, perabaan, dan aktivitas motorik. Proses ini merupakan bagian penting dalam perkembangan anak untuk memahami dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Memperhatikan kehidupan anak selama proses tumbuh kembang adalah kunci untuk memastikan kesehatan dan kualitas hidup yang baik bagi masa depan mereka.

 

Hal Penting yang Harus Dilakukan Orang Tua yang Memiliki Balita

Setiap orang tua pasti mengidam-idamkan buah hatinya tumbuh dengan baik dan sehat. Pada masa balita, kesehatan buah hati cukup rawan karena sistem imunnya masih belum terbentuk secara utuh. berikut hal-hal penting yang harus dilakukan orang tua agar balita tumbuh kembangnya baik:

  • Memberikan asupan makanan yang bergizi seimbang
    Salah satu langkah yang paling mendasar untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan optimal anak adalah memberikan menerima nutrisi atau asupan makanan yang baik, minimal hingga usia 2 tahun. Hal ini juga didukung oleh fakta yang menunjukkan bahwa tingkat kekurangan gizi di Indonesia masih tinggi yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang memadai bagi anak-anak.
  • Memberikan ASI dan MPASI
    Memberikan ASI eksklusif dan memperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) ketika anak mencapai usia 6 bulan. ASI memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk perkembangan anak, sehingga penting untuk terus memberikannya hingga anak mencapai usia 2 tahun.
  • Menjaga kesehatan anak
    Balita memiliki sistem kekebalan tubuh yang rentan terhadap serangan penyakit, sehingga rentan terhadap penyakit jika terpapar lingkungan yang tidak sehat. Selain memberikan nutrisi dari makanan yang berkualitas, menjaga kesehatan anak juga melibatkan pemberian imunisasi untuk mencegah penyakit-penyakit berbahaya seperti campak dan polio.

 

Imunisasi untuk Menjaga Kesehatan Balita

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan balita adalah imunisasi. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Penyakit tersebut dikenal sebagai Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Untuk penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu Cacar, Campak, Polio, Hepatitis B, Hepatitis A, Influenza, Haemophilus. Sementara, penyakit yang disebabkan oleh bakteri, misalnya Pertussis, Difteri, Tetanus, Tuberkulosis.

Imunisasi dasar harus diberikan pada bayi usia 0-11 bulan. Untuk mempertahankan perlindungan terhadap penyakit, maka imunisasi lanjutan harus diberikan pada anak usia kurang dari 2 tahun (baduta) dan anak usia sekolah dasar/madrasah/sederajat melalui program Bulan Imunisasi Anak Usia Sekolah (BIAS). Imunisasi bayi baru lahir mencakup pemberian vaksin dasar, bayi sangat rentan terhadap infeksi karena sistem imun mereka belum sepenuhnya berkembang. Melalui vaksinasi, tubuh bayi akan memproduksi antibodi yang bisa melawan penyakit tertentu secara efektif.

 

Berikut Jadwal Pemberian Imunisasi Bayi

Umur (Bulan)Imunisasi
0 BulanHepatitis B (HB 0)
1 BulanBCG, Polio Tetes 1 (bOPV 1)
2 BulanDPT-HB-Hib 1, Polio Tetes 2 (bOPV 2), PCV 1, Rotavirus 1
3 BulanDPT-HB-Hib 2, Polio Tetes 3 (bOPV 3), PCV 2, Rotavirus 2
4 BulanDPT-HB-Hib 3, Polio Tetes  4 (bOPV4), Polio Suntik (IPV) 1, Rotavirus 3
9 BulanCampak Rubela 1, Polio Suntik (IPV) 2
10 BulanJapanese Ensefalitis (JE) di wilayah endemis JE
12 BulanPCV 3
18 BulanDPT-HB-Hib 4, Campa

Imunisasi rutin diberikan sesuai dengan jadwal untuk mendapatkan kekebalan optimal terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) . Apabila bayi terlambat untuk mendapatkan imunisasi rutin lengkap, maka ibu atau ayah perlu melihat kembali status imunisasi bayi dilengkapi dan melaporkan kepada bidan desa atau petugas imunisasi puskesmas setempat. Imunisasi Hepatitis B untuk bayi baru lahir (HB 0) hanya dapat diberikan dalam waktu maksimal 24 jam setelah dilahirkan, sedangkan imunisasi BCG hanya dapat diberikan sampai usia maksimal 1 tahun. Selain imunisasi rutin ada juga imunisasi tambahan.

  • Imunisasi Tambahan
    Imunisasi tambahan merupakan pemberian dosis tambahan jenis imunisasi tertentu kepada kelompok umur tertentu yang berisiko tinggi terkena penyakit sesuai dengan kajian epidemiologis pada periode waktu tertentu. Imunisasi tambahan tidak menghapuskan kewajiban pemberian imunisasi rutin.
  • Tujuan Imunisasi Tambahan
    Imunisasi tambahan bertujuan untuk mengoptimalkan kekebalan tubuh anak dan meminimalisir resiko infeksi. Vaksin ini juga berfungsi melengkapi imunisasi dasar guna membentuk herd immunity serta mengurangi resiko gejala berat jika terinfeksi penyakit.

Imunisasi balita merupakan langkah penting untuk melindungi anak sejak dini dari berbagai penyakit berbahaya. Berikan imunisasi lengkap untuk balita generasi Indonesia yang sehat. Dengan imunisasi lengkap, anak dapat tumbuh lebih sehat, aktif, kuat, dan optimal.

 

Penulis: Ilda Faridah, Amd.Kes. (Ahli Teknologi Laboratorium Medik di Klinik IPB Dramaga)

 

Referensi:

Stefanni, Della Monica. 2024. 8 April Hari Balita Nasional, Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya melalui https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7282883/8-april-hari-balita-nasional-ini-sejarah-dan-tujuan-peringatannya. Diakses 27 Maret 2026.

Mutiarasari, Kanya Anindita. 2024. Serba-serbi Peringatan Hari Anak Balita Nasional 8 April melalui https://news.detik.com/berita/d-7282018/serba-serbi-peringatan-hari-anak-balita-nasional-8-april. Diakses 27 Maret 2026.

Berlico Content Manager. 2025. Hari Anak Balita Nasional 2025 melalui https://berlico.co.id/entry/hari-anak-balita-nasional-2025. Diakses 27 Maret 2026.

Kementerian Kesehatan. Bayi dan Balita <5 Tahun melalui https://ayosehat.kemkes.go.id/kategori-usia/bayi-dan-balita. Diakses 27 Maret 2026.

Kementerian Kesehatan. Seputar Imunisasi melalui https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/seputar-imunisasi. Diakses 27 Maret 2026.

 

#IPBUniversity

#KlinikIPBDramaga

Recent Posts

Categories