Deteksi Dini Kanker Anak, Wujud Cinta dan Kepedulian

Deteksi Dini Kanker Anak, Wujud Cinta dan Kepedulian
# HariKankerAnakSedunia
Setiap tanggal 15 Februari, diperingati Hari Kanker Anak Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker pada anak serta pentingnya deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan dukungan bagi anak-anak pejuang kanker serta keluarganya. Kanker anak adalah penyakit kanker yang terjadi pada usia anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja, sel-sel tubuh anak tumbuh dan membelah secara tidak terkendali, membentuk tumor atau menyebar ke bagian tubuh lain. Ini bisa terjadi pada berbagai organ dan jaringan tubuh.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2025, diperkirakan sekitar 400.000 anak dan remaja berusia 0–19 tahun di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan bahwa kanker anak masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian serius.
Di Indonesia, berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker pada anak setiap tahun. Dari jumlah tersebut, leukemia menempati urutan pertama sebagai jenis kanker anak yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 3.880 kasus (34,8%). Selanjutnya diikuti oleh kanker getah bening sebanyak 640 kasus (5,7%) dan kanker otak sebanyak 637 kasus (5,7%).
Meskipun pengobatan kanker anak terus berkembang, angka kesembuhan kanker anak di Indonesia masih kurang dari 30%. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterlambatan diagnosis, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta belum meratanya fasilitas dan pengobatan kanker anak di seluruh wilayah.
Orang tua dan keluarga diharapkan mampu mengenali tanda dan gejala awal kanker pada anak, seperti pucat dan mudah lelah, demam berulang tanpa penyebab yang jelas, penurunan berat badan, benjolan yang tidak disertai nyeri, mudah memar atau perdarahan, serta nyeri tulang yang berlangsung lama. Apabila keluhan tersebut ditemukan, pemeriksaan medis sejak dini di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan. Maka dari itu Klinik IPB Dramaga memperingati Hari Kanker Anak Sedunia tahun 2026 dengan tema “Deteksi Dini Kanker Anak, Wujud Cinta dan Kepedulian”
Deteksi dini kanker anak merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam melindungi kesehatan anak. Dengan diagnosis yang lebih cepat dan penanganan yang sesuai, peluang anak untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal akan semakin besar. Selain itu, dukungan keluarga, lingkungan, serta tenaga kesehatan berperan penting dalam mendukung proses perawatan dan pemulihan anak.
Berikut ini adalah beberapa tanda kanker pada anak yang paling umum :
- Muncul Benjolan Pada Bagian Tubuh Tertentu
Tanda kanker pada anak ini bisa muncul di bagian tubuh manapun, seperti leher, dada, ketiak, perut, atau panggul. Berbeda dengan benjolan yang terjadi karena benjol akibat cedera, benjolan tumor atau kanker umumnya bisa menetap hingga berbulan-bulan atau bahkan semakin besar ukurannya. Benjolan ini bisa terasa keras, kenyal, maupun disertai nyeri. Namun, terkadang benjolan juga bisa muncul tanpa nyeri.
- Demam Yang Tak Kunjung Mereda
Demam akibat kanker bisa bertahan lebih lama dan terjadi berulang kali. Berbeda dengan demam karena flu, demam akibat kanker ini juga cenderung sulit diatasi dengan obat-obatan dan tidak jelas faktor pencetusnya. Ketika anak mengalami demam yang tak kunjung mereda setelah lebih dari 10–21 hari, hal ini patut dicurigai sebagai salah satu tanda kanker pada anak.
- Mudah Memar
Tanda kanker pada anak selanjutnya adalah mudah memar, meski ia tidak mengalami cedera atau benturan. Selain memar, tanda kanker pada anak juga bisa berupa seringnya terjadi perdarahan, mimisan, gusi berdarah, serta BAB atau pipis berdarah tanpa penyebab yang jelas.
- Sering Sakit Kepala
Sakit kepala yang menjadi tanda kanker pada anak sering kali terjadi di pagi hari dan disertai muntah. Tidak hanya sekali, sakit kepala dapat muncul berulang kali dan semakin parah sampai menghambat aktivitas Si Kecil.
- Penurunan Berat Badan
Tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk melawan sel kanker, yang mana hal ini berdampak pada penurunan berat badan. Penurunan berat badan sebagai tanda kanker pada anak biasanya berlangsung lama. Selain itu, tanda kanker pada anak ini juga bisa terus muncul meski nafsu makannya baik.
- Nyeri Kronis
Nyeri akibat kanker pada anak biasanya muncul mendadak dan akan menetap terus menerus dan sulit diatasi. Rasa nyeri yang terus-menerus ini biasanya terasa pada tulang, sendi, punggung, atau kaki anak. Namun, nyeri juga bisa muncul di bagian tubuh lainnya, tergantung lokasi munculnya kanker atau organ yang terdampak.
- Sering Terkena Infeksi
Beberapa jenis kanker, termasuk kanker darah atau leukimia, umumnya akan menyerang sistem kekebalan tubuh. Hal ini bisa membuat tubuh anak jadi lebih lemah dan rentan terserang infeksi, baik infeksi virus maupun bakteri.
- Sering Merasa Lelah
Dampaknya tidak hanya memengaruhi berat badan, tetapi juga membuatnya sering kelelahan dan tampak pucat. Rasa lelah ini bisa muncul walau Si Kecil tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
- Perubahan Pada Mata
Bisa berupa mata juling atau muncul bercak putih yang mengkilap di mata saat mata terpapar cahaya. Selain itu, anak juga mungkin mengeluhkan gangguan penglihatan dan mengalami bengkak atau memar di sekitar mata.
- Keringat Dingin
Adanya keringat dingin dialami anak hingga berminggu-minggu atau bahkan beberapa bulan, terlebih jika ia juga mengalami tanda kanker lainnya.
Adapun jenis-jenis kanker yang sering muncul pada anak antara lain :
- Leukemia (Kanker Darah)
Merupakan jenis kanker anak yang paling sering ditemukan. Terjadi pada sel darah dan sumsum tulang. Gejalanya antara lain mudah lelah, pucat, demam berulang, dan mudah memar atau berdarah.
- Tumor Otak dan Sistem Saraf Pusat
Kanker yang tumbuh di otak atau jaringan saraf. Dapat menyebabkan sakit kepala berkepanjangan, muntah berulang, gangguan penglihatan, dan kejang.
- Limfoma (Kanker Kelenjar Getah Bening)
Menyerang sistem kekebalan tubuh. Biasanya ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri, demam, dan penurunan berat badan.
- Neuroblastoma
Kanker yang berkembang dari jaringan saraf, umumnya pada bayi dan anak usia dini. Sering muncul di perut, dada, atau leher.
- Tumor Wilms (Kanker Ginjal pada Anak)
Biasanya terjadi pada anak usia balita. Ditandai dengan pembesaran atau benjolan pada perut, kadang disertai nyeri atau demam.
- Kanker Tulang (Osteosarkoma dan Ewing Sarkoma)
Umumnya menyerang tulang panjang seperti lengan atau kaki. Gejalanya berupa nyeri tulang yang menetap dan pembengkakan.
Kanker pada anak bukan disebabkan oleh kesalahan pola asuh atau kebiasaan anak, melainkan lebih sering akibat faktor genetik dan gangguan pertumbuhan sel. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Namun ada baiknya bagi para orang tua untuk mengajarkan perilaku CERDIK :
- Cek kesehatan secara rutin
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau pertumbuhan, perkembangan, dan mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.
- Enyahkan asap rokok
Menjauhkan anak dari paparan asap rokok, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar, karena asap rokok mengandung zat berbahaya yang dapat meningkatkan risiko penyakit
- Rajin aktivitas fisik
Membiasakan anak bergerak aktif melalui bermain dan olahraga sesuai usia untuk menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh.
- Diet sehat seimbang
Memberikan asupan makanan bergizi seimbang, kaya sayur dan buah, serta membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
- Istirahat cukup
Memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga sistem kekebalan tubuh.
- Kelola stress
Membantu anak mengelola emosi dan stres dengan lingkungan yang aman, nyaman, serta dukungan dari keluarga.
Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kanker pada anak dan pentingnya deteksi dini. Kanker pada anak dapat ditangani dengan lebih baik apabila dikenali sejak awal dan mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, deteksi dini merupakan wujud nyata cinta dan kepedulian orang tua, keluarga, serta lingkungan terhadap kesehatan dan masa depan anak. Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda dan gejala awal serta memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal, diharapkan semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat, menjalani kehidupan yang berkualitas, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Penulis : Asri Mulyana Futri (Perawat Klinik IPB Dramaga)
Referensi :
World Health Organization (WHO). 2021. Childhood Cancer. Available from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children, Diakses pada 06 Februari 2026
https://www.alodokter.com/kenali-tanda-kanker-pada-anak-sejak-dini, Diakses pada 06 Februari 2026
https://kemkes.go.id/id/rencana-aksi-nasional-kanker-anak-2025-2029-langkah-strategis-kendalikan-kanker-pada-anak-di-indonesia, Diakses pada 06 Februari 2026
# HariKankerAnakSedunia