Hari AIDS Sedunia “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”

Hari AIDS Sedunia “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”
Hari AIDS sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember. Kementrian Kesehatan RI menegaskan Kembali komitmenya untuk mengeliminasi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada tahun 2030. Edukasi, deteksi dini, dan pengobatan menjadi kunci dalam mencapai target ini.
Berdasarkan data terbaru, Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang dengan HIV (ODHIV) dan peringkat 9 untuk infeksi baru HIV. Diperkirakan terdapat sekitar 564.000 ODHIV pada tahun 2025. Kementrian Kesehatan menyampaikan bahwa 76% kasus HIV di Indonesia terkonsentrasi di 11 provinsi prioritas, yakni: DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Kepulauan Riau
Apakah HIV itu ?
HIV yang merupakan singkatan dari HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS Adalah Virus penyebab AIDS. Virus ini menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita.
- HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti didalam darah, Air mani (cairan Sperma) atau Cairan Vagina dan Air Susu Ibu.
- Sebelum HIV menjadi AIDS, penderitanya akan tambapak sehat dalam kurun waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun.
Apakah AIDS itu?
AIDS yang merupakan kependekan dari ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME Adalah sindroma menurunnya kekebalan tubuh yang disebabskan oleh HIV.
- Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit, karena sistem kekebalan tubuhnya telah menurun.
- Sampai Sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS.
- Agar dapat terhindar dari HIV/AIDS, anda harus tahu bagaimana cara penularan dan pencegahannya
Bagaimana HIV ditularkan ?
HIV dapat ditularkan memalui 4 cara, yaitu :
- Hubungan seks
- Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bergantian dengan orang terinfeksi HIV
- Ibu hamil penderita HIV kepada bayi yang dikandungnya
- Kontak darah /luka dan transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV.
HIV tidak menular melaui :
- Gigitan nyamuk
- Orang bersalaman
- Berciuman
- Orang berpelukan
- Tinggal serumah
Tanda dan gejala HIV
Tanda dan gejala HIV bervariasi tergantung pada stadium infeksi.
HIV menyebar lebih mudah dalam beberapa bulan pertama setelah seseorang terinfeksi, tetapi banyak yang tidak menyadari status mereka hingga tahap selanjutnya. Dalam beberapa minggu pertama setelah terinfeksi, orang mungkin tidak mengalami gejala. Yang lain mungkin menderita penyakit mirip flu, termasuk:
- Demam
- Sakit kepala
- Ruam
- Sakit tenggorokan
Infeksi secara bertahap melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan tanda dan gejala lain:
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Penurunan berat badan
- Demam
- Diare
- Batuk
Pencegahan HIV
HIV Adalah penyakit yang dapat dicegah. Resiko infeksi HIV dapat dikurangi dengan:
- Menggunakan kondom pria atau wanita saat berhubungan seks
- Menjalani tes HIV dan infeksi menular seksual lainnya
- Disunat jika anda seorang pria
Profilaksis prapajanan (PrEP) merupakan pilihan pencegahan tambahan. Obat antiretroviral itu digunakan oleh orang HIV-negatif untuk mengurangi resiko penularan HIV.
Pengobatan HIV
Tidak ada obat untuk infeksi HIV. Infeksi ini diobati dengan obat antiretroviral, yang menghentikan replica virus di dalam tubuh.
Terapi antiretroviral (ARV) yang ada saat ini tidak menyembuhkan infeksi HIV, tetapi memungkinkan sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lebih kuat. Hal ini membantu mereka melawan infeksi lain.
Saat ini, ARV harus diminum setiap hari selama sisa hidup seseorang.
Ibu hamil dengan HIV harus mendapatkan akses dan menjalani ARV sesegera mungkin. Hal ini melindungi Kesehatan ibu dan membantu mencegah penukaran HIV ke janin sebelum lahir, atau melalui ASI.
HIV Adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh , sedangkan AIDS merupakan tahap paling lanjut dari infeksi HIV Ketika daya tahan tubuh sangat lemah, penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang terkontaminasi, serta dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui. Dengan pengobatan melalui metode ARV yang tepat, seseorang dengan HIV dapat mencegah perkembangan menjadi AIDS dan hidup sehat dalam jangka waktu yang panjang. Pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi, praktek seks aman, jarum suntik streril serta tes dan pengobatan dini.
Penulis : Wisnu Darmaji, A.Md. KG
Referensi :
- World Health Organization. HIV statistic, globally. 2025
- UPN Jatim, Pengetahuan dasar tentang HIV / AIDS.
- Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Berani Tes, Berani Lindungi Diri. juni 2025.
# HariAIDSSeduia