Hari Anak Nasional 2025: Investasi Gizi Sejak Dini untuk Generasi Emas Bebas Stunting

Hari Anak Nasional 2025: Investasi Gizi Sejak Dini untuk Generasi Emas Bebas Stunting
Hari Anak Nasional (HAN) yang dirayakan setiap tanggal 23 Juli merupakan momentum penting untuk mengkampanyekan pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hari Anak Nasional mengukur tingkat komitmen dan keseriusan berbagai pihak dalam menjamin hak anak.
Tema Hari Anak Nasional 2025 dirilis oleh pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI yaitu “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045” dengan salah satu sub-tema berkelanjutan dari Hari Anak Nasional 2025 yaitu Generasi Emas Bebas Stunting: Investasi Gizi Sejak Dini.
Generasi Emas Bebas Stunting: Investasi Gizi Sejak Dini
Anak usia dini sedang berada dalam masa keemasan, dimana semua potensi anak bertumbuh dan berkembang paling cepat. Masa keemasan anak itu juga merupakan masa kritis karena apabila potensinya tidak distimulasi secara optimal dan maksimal, dapat menghambat tahapan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, anak-anak harus berperilaku hidup sehat, termasuk makan makanan dengan gizi yang seimbang.
Kejadian balita pendek atau stunting, adalah masalah gizi anak yang menjadi masalah global saat ini. Anak stunting akan mengalami masalah perkembangan baik dari segi fisik maupun segi kognitif di masa depan. Stunting memiliki konsekuensi jangka panjang, seperti berkurangnya kesempatan untuk pendidikan yang lebih baik dan hilangnya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih menguntungkan, serta kemungkinan terkena penyakit tidak menular dan menjadi gemuk di usia dewasa.
Pencegahan Stunting
Stunting pada anak akan berlanjut hingga ia beranjak usia dewasa. Oleh karena itu, sebelum stunting memberikan dampak pada tumbuh dan kembang anak secara menyeluruh, maka stunting harus dicegah dengan upaya pencegahan sebagai berikut:
- Pemberian pola asuh yang tepat
- Pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan
- Memberikan MPASI yang optimal
- Mengobati penyakit yang dialami anak
- Menyarankan keluarga untuk memperbaiki sanitasi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), guna mencapai keluarga yang sehat.
Pengobatan Stunting
Penanganan stunting meliputi pengobatan penyakit penyebabnya, perbaikan nutrisi, pemberian suplemen, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat yang dapat dilakukan sebagai berikut:
- Mengobati penyakit yang mendasari, misalnya memberikan obat-obatan antituberkulosis bila anak menderita TBC.
- Memberikan nutrisi tambahan, berupa makanan yang kaya protein hewani, lemak, dan kalori.
- Memberikan suplemen, berupa vitamin A, zinc, zat besi, kalsium dan yodium.
Program PKG Sekolah
Program PKG (Pemeriksaan Kesehatan Gratis) Sekolah merupakan salah satu rangkaian peringatan HAN ke-41. PKG adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya kesehatan dengan identifikasi faktor risiko dan deteksi penyakit lebih awal. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain pemeriksaan status gizi, pemeriksaan mata dan telinga, pemeriksaan gigi, pemeriksaan kesehatan jiwa, pemeriksaan anemia, dan lain-lain. PKG Sekolah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan mulai Bulan Juli 2025 bertepatan dengan tahun ajaran baru sehingga akan difokuskan pelaksanaan PKG Sekolah sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2025. Sasaran PKG Sekolah yaitu seluruh peserta didik jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA/MAK atau sederajat, termasuk SLB dan Pesantren, serta anak usia 7-17 tahun di luar satuan Pendidikan.
Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, kita dapat menciptakan Indonesia yang ramah anak, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan mewujudkan impian mereka. Mari bersama-sama melangkah, bahu-membahu, demi masa depan gemilang anak-anak Indonesia.
Penulis: Irna Wida Astuti (Apoteker di Klinik IPB Dramaga)
Referensi:
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. 2025. Pedoman Peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025.
Choliq, I., Nasrullah, D. and Mundakir, M., 2020. Pencegahan stunting di Medokan Semampir Surabaya melalui modifikasi makanan pada anak. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).
Indrayasa, Kadek Bayu dan Suryanti, Putu Emy. 2023. Pentingnya Investasi Gizi untuk Anak Usia Dini. Jurnal Yoga dan Kesehatan Fakultas Brahma Widya Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Vol. 6 No. 2 (September, 2023): 127-136.
#HariAnakNasional2025