Hari Cuci Tangan Sedunia : Putus Rantai Kuman, Mulai dari Genggaman

Hari Cuci Tangan Sedunia : Putus Rantai Kuman, Mulai dari Genggaman
# Hari Cuci Tangan Sedunia : Putus Rantai Kuman, Mulai dari Genggaman
Tahukah kamu? Tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kuman!
Tanpa disadari, kita bisa memindahkan ribuan hingga jutaan kuman ke tangan hanya dengan menyentuh benda yang terkontaminasi. Sementara itu, kita juga sering menyentuh wajah, mulai dari mata, hidung, hingga mulut, sebanyak 16–23 kali setiap jam tanpa sadar. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi salah satu jalan masuk kuman ke dalam tubuh.
Oleh karena itu, setiap tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (Global Handwashing Day). Peringatan ini mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap kebersihan tangan dan menjadikan cuci tangan pakai sabun sebagai sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat
Mengapa Cuci Tangan Penting bagi Kesehatan?
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir adalah bentuk vaksinasi mandiri paling sederhana, murah, dan terbukti secara medis paling efektif untuk mencegah penularan penyakit menular. Adapun manfaat dari mencuci tangan antara lain :
- Pencegahan Diare dan Gangguan Pencernaan
Penyakit diare sering disebabkan oleh bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella, atau Rotavirus yang masuk melalui makanan yang terkontaminasi tangan kotor . Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko kejadian diare hingga 30%–48%.
- Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)
Virus influenza, SARS-CoV-2, serta bakteri penyebab pneumonia dapat menyebar melalui droplet(percikan) yang menempel pada benda sekitar. Membiasakan cuci tangan pakai sabun terbukti dapat mengurangi angka kejadian infeksi saluran pernapasan hingga 20%.
Lima Momen Sehari-hari yang Tidak Boleh Dilewatkan
Mencuci tangan tidak perlu dilakukan setiap menit, tetapi ada momen-momen kritis di mana risiko kontaminasi berada pada titik tertinggi. CDC dan Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan 5 momen utama yang wajib disertai dengan mencuci tangan pakai sabun:
- Sebelum Makan dan Menyiapkan Makanan
Mencegah kuman dari tangan berpindah ke makanan dan masuk ke dalam tubuh.
- Setelah Menggunakan Toilet atau Kamar Mandi
Setelah menggunakan toilet, cuci tangan dengan sabun untuk membersihkan kuman yang mungkin menempel setelah buang air kecil maupun buang air besar.
- Setelah Memegang Hewan Peliharaan atau Membersihkan Kotorannya
Hewan dapat membawa parasit dan bakteri zoonosis (seperti Salmonella atau Toxoplasma) pada bulu atau kotorannya sehingga berpotensi menyebabkan penyakit.
- Setelah Menyapu, Membuang Sampah, atau Memegang Benda Umum
Aktivitas sehari-hari dan benda yang sering disentuh banyak orang dapat membuat tangan terkontaminasi kuman. Cuci tangan setelah melakukan aktivitas tersebut untuk menjaga kebersihan.
- Setelah Batuk, Bersin, Membersihkan Hidung, atau Merawat Orang Saki
Kuman dapat menempel di tangan saat kita batuk, bersin, atau membersihkan hidung. Mencuci tangan setelahnya membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit kepada orang lain.
6 Langkah Mencuci Tangan yang Benar menurut WHO
| Langkah | Instruksi Gerakan |
| Langkah 1 | Ratakan sabun dengan menggosokkan kedua telapak tangan secara memutar. |
| Langkah 2 | Gosok punggung tangan kanan dengan telapak tangan kiri beserta sela-sela jari dan lakukan secara bergantian |
| Langkah 3 | Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari bagian dalam hingga bersih secara bergantian |
| Langkah 4 | Gosok telapak tangan dengan posisi jari saling mengunci untuk membersihkan ruas-ruas jari dan lakukan bergantian |
| Langkah 5 | Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan dan lakukan pada kedua ibu jari secara bergantian |
| Langkah 6 | Gosok ujung-ujung jari dengan posisi menguncup pada telapak tangan dengan gerakan berputar secara bergantian, setelah itu bilas dengan air bersih dan keringkan. |

Lakukan setiap langkah cuci tangan sebanyak 4 kali agar seluruh bagian tangan bersih secara merata. Jika menggunakan handrub berbasis alkohol, lakukan selama 20–30 detik. Sementara itu, jika menggunakan sabun dan air mengalir, cuci tangan selama 40–60 detik untuk membantu membersihkan kuman dengan optimal.
Mencuci tangan bukan hanya tentang menjaga kebersihan diri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang-orang di sekitar kita. Tangan yang bersih membantu mengurangi risiko penyebaran kuman kepada keluarga, anak-anak, orang tua, rekan kerja, dan orang lain yang lebih rentan terhadap penyakit.
Mari Mulai dari Tangan Kita!
Kesehatan keluarga dan masyarakat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu mencuci tangan dengan benar pada waktu yang tepat. Jadikan cuci tangan pakai sabun sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Langkah kecil ini dapat memberikan manfaat besar dalam menjaga kesehatan bersama, karena tangan yang bersih merupakan salah satu langkah awal menuju kehidupan yang lebih sehat.
Penulis : Ns. Aprilia Siti S, S.Kep (Ners Klinik IPB Dramaga)
Referensi
World Health Organization (WHO). (2020). Hand Hygiene: Why, How & When? WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Clean Hands Save Lives: When and How to Wash Your Hands.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2022). Panduan Nasional Ciptakan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
Ejemot-Nwadiaro, R. I., et al. (2015). Hand washing promotion for preventing diarrhoea. Cochrane Database of Systematic Reviews, (9).
# Hari Cuci Tangan Sedunia : Putus Rantai Kuman, Mulai dari Genggaman