Hari Diabetes Sedunia 2025 : Diabetes across life stages

Hari Diabetes Sedunia 2025 : Diabetes across life stages
# Hari Diabetes Sedunia 2025 : Diabetes across life stages
Hari Diabetes Sedunia diperingati setiap tanggal 14 November. Pada tahun 2025, Hari Diabetes Sedunia mengangkat tema “Diabetes across life stages” atau diabetes diseluruh tahap kehidupan. Hal ini didasari atas pentingnya para penderita untuk mengakses perawatan terpadu, lingkungan dan kebijakan yang mendukung, hingga pengelolaan mental yang memadai. Tema ini juga mencakup kesadaran akan peningkatan jumlah penderita diabetes pada berbagai fase kehidupan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga diperlukan usaha untuk mencegah penyakit diabetes berdasarkan setiap fasenya
International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas (2025) menyebutkan bahwa 589 juta atau 11,1% orang dewasa (usia 20–79 tahun) atau 1 dari 9 orang dewasa di dunia hidup dengan diabetes, dan lebih dari 4 dari 10 orang diantaranya tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut. Indonesia berada diperingkat ke-5 dunia dengan jumlah penderita diabetes terbesar. Berdasarkan usia, lansia (lebih dari 65 tahun) memegang porsi penderita diabetes terbesar di Indonesia (20% dari total penderita), diikuti kelompok berusia 55-64 tahun (12,8%), 45-54 tahun (6%), dan 20-44 tahun (1,5%). Hal ini menandakan kelompok lansia sangat rentan terhadap penyakit diabetes. Peringatan Hari Diabetes Sedunia (setiap 14 November) menjadi momen global untuk edukasi dan deteksi dini, agar masyarakat lebih peka terhadap gejala dan risiko penyakit ini.
Mengenali Jenis dan Tanda Awal Diabetes
- Diabetes tipe 1
Merupakan kondisi autoimun yang mana tubuh berhenti memproduksi insulin. Umumnya muncul pada masa kanak-kanak atau remaja dan memerlukan suntikan insulin setiap hari agar kadar gula darah tetap terkontrol.
- Diabetes tipe 2
Jenis ini paling sering ditemukan. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Kondisi ini sering berkaitan dengan pola makan yang buruk, kurang aktivitas fisik, obesitas, atau faktor genetik. Kabar baiknya, diabetes tipe 2 dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup sehat.
- Diabetes gestasional
Jenis ini terjadi selama masa kehamilan. Meskipun biasanya hilang setelah melahirkan, ibu yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Selain mengenali jenisnya, penting juga untuk memahami tanda-tanda awal diabetes yang sering muncul secara diam-diam. Gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Rasa haus berlebihan dan kelelahan terus-menerus.
- Sering buang air kecil.
- Pandangan kabur.
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
- Luka yang sulit sembuh.
- Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.
Memahami Angka Gula Darah
Kadar gula darah biasanya diperiksa melalui tes darah dan hasilnya bisa berbeda tergantung waktu pengambilan sampel. Berikut panduan umum yang digunakan oleh tenaga medis:
- Gula darah puasa (setelah tidak makan selama 8 jam):
Normalnya di bawah 100 mg/dL.
Jika mencapai 126 mg/dL atau lebih, ini menandakan kemungkinan diabetes. - Gula darah 2 jam setelah makan:
Normalnya di bawah 140 mg/dL.
Bila hasil mencapai 200 mg/dL atau lebih, besar kemungkinan tubuh tidak mampu mengatur gula dengan baik. - Gula darah sewaktu (acak):
Jika hasilnya ≥200 mg/dL disertai gejala khas seperti sering haus, sering buang air kecil, atau berat badan turun tanpa sebab, maka kemungkinan besar sudah terjadi diabetes. - HbA1c (rerata kadar gula darah 3 bulan terakhir):
Nilai normal di bawah 5,7%, sedangkan 6,5% atau lebih menandakan diabetes.
Nilai yang berada di antara batas normal dan diabetes (misalnya puasa 100–125 mg/dL) disebut pra-diabetes, yaitu kondisi peringatan bahwa tubuh sudah mulai kesulitan mengendalikan gula darah.
Kapan Harus ke Dokter?
- Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan angka tinggi seperti di atas.
- Mengalami gejala khas diabetes (sering buang air kecil (poliuri), sering merasa haus (polidipsi), sering lapar (polifagi), dan penurunan berat badan tanpa diet)
- Gula darah mencapai >300 mg/dL, apalagi disertai mual, muntah, napas cepat, atau penurunan kesadaran à ini merupakan kondisi gawat darurat medis.
- Sudah terdiagnosis diabetes namun kadar gula sulit dikontrol, sering merasa pusing, atau muncul gejala baru
Bagaimana pencegahan Diabetes?
Tips mencegah diabetes ini bisa dilakukan, yaitu CERDIK :
- Cek kesehatan
Cek kesehatan secara teratur untuk mengendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko mudah sakit. Adapun cek sederhananya berupa periksa tensi darah, gula darah dan kolesterol secara teratur.
- Enyahkan asap rokok dan jangan merokok
Zat nikotin yang ada pada rokok dapat menganggu kerja insulin hal ini dapat membuat sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin (resistensi insulin sehingga gula darah sulit dikendalikan.
- Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan, menaiki tangga, hingga melakukan aerobik juga terbukti mampu menurunkan kadar gula dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi sehat, berat badan ideal, dan sekaligus meminimalisir seseorang menderita penyakit diabetes melitus
- Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang
Mengkonsumsi buah dan sayur 3-5 porsi per hari, mengurangi gula hingga maksimal 4 sendok makan (50 gram per hari) dan menghindari makanan/minuman yang manis atau yang berkarbonasi
- Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup menjaga keseimbangan hormon, menurunkan stres, membantu berat badan tetap ideal, dan membuat insulin bekerja lebih efektif.
Jadi, tidur 7–8 jam setiap malam adalah bagian penting dari gaya hidup sehat untuk mencegah dan mengendalikan diabetes
- Kelola stress dengan baik dan benar
Ketika stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Karena itu, salah satu cara mencegah diabetes salah satunya dengan mengelola stres secara baik
Setiap 14 November, Hari Diabetes Sedunia menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran dan deteksi dini penyakit yang bisa mengubah hidup ini. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa diabetes bukan sekadar masalah gula darah, tetapi sinyal tubuh agar lebih peduli pada kesehatan melalui pola makan sehat, rutin bergerak, tidur cukup, dan menjauhi kebiasaan merokok. Dengan mengenali gejala, melakukan pemeriksaan rutin, dan menerapkan gaya hidup sehat, kita bisa mencegah diabetes atau komplikasinya sebelum terlambat. Jadikan momen ini sebagai ajakan untuk bertindak nyata hari ini, karena setiap langkah kecil adalah investasi besar bagi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Penulis : Ns. Aprilia Siti Solehat, S.Kep
Referensi :
IDF Diabetes Atlas 11th edition 2025. Diakses melalui : https://idf.org/about-diabetes/diabetes-facts-figures
Kementerian Kesehatan RI – Pedoman Hari Diabetes Sedunia 2024
# Hari Diabetes Sedunia 2025 : Diabetes across life stages