HARI GIZI NASIONAL KE-65 : PENTINGNYA PEMENUHAN GIZI YANG BAIK BAGI ANAK DAN IBU HAMIL GUNA MENCAPAI KELUARGA SEHAT
Hari Gizi Nasional Ke-65
Setiap tahun, Hari Gizi Nasional menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang bagi keluarga Indonesia. Tahun 2025, tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” menjadi pengingat akan pentingnya peran pola makan sehat dalam menciptakan generasi yang kuat dan produktif.
Tantangan Status Gizi di Indonesia
Berdasarkan data SKI 2023, status gizi balita di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Angka prevalensi stunting mencapai 21,5%, sementara kasus wasting (kurus) sebesar 7,4%. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak balita belum mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Di sisi lain, status gizi ibu hamil juga menjadi perhatian. Sekitar 16,9%% ibu hamil di Indonesia mengalami risiko kekurangan energi kronis (KEK), yang dapat memengaruhi kesehatan janin dan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Hal ini mempertegas pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan.
Pola Makan Seimbang untuk Keluarga Sehat
Untuk mengatasi permasalahan ini, pola makan seimbang menjadi kunci. Pola makan keluarga harus mencakup:
Karbohidrat Kompleks. Pilih sumber karbohidrat seperti nasi merah, ubi, atau gandum utuh yang kaya serat untuk memberikan energi yang tahan lama.
Protein Berkualitas. Sediakan protein hewani seperti ikan, daging tanpa lemak, dan telur, serta protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Protein diperlukan untuk pertumbuhan sel dan jaringan tubuh.
Lemak Sehat. Gunakan minyak zaitun, minyak kelapa murni, atau alpukat sebagai sumber lemak sehat. Lemak ini penting untuk penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K).
Buah dan Sayur. Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur setiap hari. Buah dan sayur kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung sistem imun dan mencegah penyakit.
Cairan yang Cukup. Pastikan seluruh anggota keluarga cukup minum air putih, sekitar 2 liter per hari untuk orang dewasa dan sesuai kebutuhan anak-anak.
Peran ASI dan MP-ASI dalam Mendukung Gizi Balita
Standar emas pemberian makan bayi dan anak :
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada bayi baru lahir,
Pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan,
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia 6 bulan,
Melanjutkan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.
Pemberian makanan pendamping ASI adalah proses pemberian makanan dan cairan lainnya yang diberikan kepada bayi mulai usia 6 bulan ketika ASI saja tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Prinsip dasar pemberian MP ASI harus memenuhi 4 syarat, yaitu :
Tepat waktu, MP ASI diberikan saat ASI saja sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi yaitu pada usia 6 bulan
Adekuat, pemberian MP ASI harus mempertimbangkan usia, jumlah, frekuensi, konsistensi/tekstur, dan variasi makanan.
Aman, MP ASI disiapkan dan disimpan dengan cara yang higienis, diberikan menggunakan tangan dan peralatan yang bersih.
Diberikan dengan cara yang benar, seperti terjadwal, menyiapkan lingkungan yang kondusif, diberikan dalam porsi kecil, menstimulasi bayi untuk dapat makan sendiri, dan membersihkan mulut hanya setelah makan selesai.
Pemberian Makan Bayi dan Anak
Jumlah Energi yang dibutuhkan dari MP ASI dalam sehari
Konsistensi/tekstur
Frekuensi
Jumlah tiap kali makan
Usia 6 – 8 bulan
200 kkal
Bubur kental, makanan lumat
2 – 3 kali/hari menu utama
1-2 kali/hari selingan
Mulai 2-3 sdm tiap kali makan, tingkatkan bertahap hingga ½ mangkok (125 ml)
Usia 9 – 11 bulan
300 kkal
Makanan cincang halus dan makanan yang dapat dipegang bayi (finger food)
3-4 kali/hari makanan utama
1-2 kali/hari selingan
½ – ¾ mangkok ukuran 250 ml (125-200 ml)
Usia 12-23 bulan
550 kkal
Makanan keluarga
3-4 kali/hari makanan utama
1-2 kali/hari selingan
¾ – 1 mangkok ukuran 250 ml
Jika tidak mendapat ASI (6-23 bulan)
Jumlah kalori sesuai dengan kelompok usia
Tekstur/konsistensi sesuai dengan kelompok usia
Frekuensi sesuai dengan kelompok usia dan tambahkan 1-2 kali makan ekstra 1-2 kali selingan dapat diberikan
Jumlah setiap kali makan sesuai dengan kelompok umur, dengan penambahan 1-2 gelas susu perhari @250 ml atau 2-3 kali cairan (air putih, kuah sayur, dll)
Tips Memilih dan Mengolah Makanan Bergizi
Pilih Bahan Lokal. Manfaatkan bahan pangan lokal yang segar dan terjangkau seperti singkong, daun kelor, atau ikan laut.
Hindari Pengolahan Berlebih. Masak makanan dengan cara yang mempertahankan nutrisi, seperti merebus, mengukus, atau memanggang. Hindari menggoreng berlebihan.
Cermat Membaca Label. Jika membeli makanan kemasan, periksa label gizi untuk memastikan kandungan gula, garam, dan lemak berada dalam batas yang aman.
Gizi Ibu Hamil
Ibu hamil memerlukan asupan zat gizi tambahan, untuk mendukung perkembangan janin. Kebutuhan tambahan zat gizi pada ibu hamil dengan status gizi normal per hari: Energi: 180 kalori pada trimester 1 serta 300 kalori pada trimester 2 dan 3 Protein: 1 gr (trimester 1), 10gr (trimester 2), dan 30gr (trimester 3) Zat besi: 9 mg pada trimester 2 dan 3 Asam folat: 200 mcg sepanjang kehamilan Vitamin A: 300 RE Kalsium: 200mg sepanjang kehamilan. Ibu Hamil dianjurkan untuk mengonsumsi pangan yang beragam, termasuk protein hewani dan nabati. Oleh karena terbatasnya kandungan zat gizi, seperti asam amino esensial dalam pangan nabati, sementara zat gizi tersebut sangat penting, maka Ibu Hamil dianjurkan untuk mengonsumsi cukup protein hewani yang kaya akan kandungan zat besi, asam amino esensial yang lengkap, serta mudah dicerna oleh tubuh.
1 Porsi = 5gr = 1 sdt, yang digunakan dalam pengolahan makanan seperti menggoreng, menumis dan pengolahan lainnya yang menggunakan minyak
Minyak atau lemak termasuk santan yang digunakan dalam pengolahan, makanan digoreng, ditumis, atau dimasak dengan santan
Gula Sumber: kue manis, teh manis, dl
2 Porsi
2 Porsi
1 Porsi = 10gr = 1 sdm Gula dapat digunakan untuk pengolahan makanan/minuman
Kesadaran Gizi: Investasi Masa Depan
Memilih makanan bergizi adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan keluarga. Dengan pola makan yang tepat, keluarga dapat terhindar dari risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas yang prevalensinya semakin meningkat di Indonesia.
Hari Gizi Nasional 2025 adalah momentum untuk mengingatkan setiap keluarga bahwa kesehatan dimulai dari dapur. Mari bersama-sama menciptakan generasi yang sehat dan kuat melalui pilihan makanan bergizi setiap hari.