Hari Hepatitis Sedunia 2026: Kenali Hepatitis, Cegah Penularannya, dan Lindungi Kesehatan Hati

Hari Hepatitis Sedunia 2026: Kenali Hepatitis, Cegah Penularannya, dan Lindungi Kesehatan Hati
# HariHepatitisSedunia2026
Hepatitis adalah peradangan pada hati (liver). Hati merupakan organ terbesar di dalam tubuh yang memiliki banyak fungsi penting, di antaranya:
- Menyaring racun dari dalam darah.
- Membantu proses pencernaan melalui produksi empedu.
- Mengolah zat gizi dari makanan.
- Menyimpan energi dalam bentuk glikogen.
- Membantu pembekuan darah.
- Mengatur metabolisme berbagai zat di dalam tubuh.
Apabila hati mengalami peradangan, seluruh fungsi tersebut dapat terganggu. Bila berlangsung dalam waktu lama, hepatitis dapat menyebabkan jaringan hati menjadi rusak dan berujung pada sirosis, gagal hati, maupun kanker hati.
Hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
- Infeksi virus hepatitis.
- Konsumsi alkohol berlebihan.
- Penumpukan lemak di hati (fatty liver).
- Efek samping obat-obatan atau suplemen tertentu.
- Penyakit autoimun yang menyerang hati.
Jenis-Jenis Hepatitis
Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Penularannya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita (jalur fekal-oral). Gejalanya biasanya muncul 2–6 minggu setelah terinfeksi dan dapat berupa demam, mual, muntah, lemas, nyeri perut, hingga mata dan kulit menguning. Sebagian besar penderita hepatitis A dapat sembuh sepenuhnya tanpa menyebabkan penyakit hati kronis.
Cara pencegahan:
- Rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
- Mengonsumsi makanan yang matang dan air minum yang bersih.
- Menjaga kebersihan lingkungan.
- Mendapatkan vaksin hepatitis A bagi kelompok yang berisiko.
Hepatitis B
Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Jenis hepatitis ini masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia karena dapat berkembang menjadi penyakit kronis.
Virus hepatitis B dapat menular melalui:
- Dari ibu ke bayi saat persalinan.
- Hubungan seksual tanpa pengaman.
- Penggunaan jarum suntik secara bergantian.
- Kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi.
- Penggunaan alat medis, tato, atau tindik yang tidak steril.
Sebagian penderita mampu membersihkan virus secara alami, tetapi sebagian lainnya mengalami infeksi kronis yang berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala.
Infeksi kronis inilah yang meningkatkan risiko terjadinya:
- Sirosis hati.
- Gagal hati.
- Kanker hati (hepatoseluler karsinoma).
Kabar baiknya, hepatitis B dapat dicegah melalui vaksinasi hepatitis B, yang telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional.
Hepatitis C
Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV).
Penularannya terutama melalui darah, misalnya:
- Penggunaan jarum suntik bersama.
- Tindakan medis yang tidak steril.
- Transfusi darah pada masa sebelum dilakukan skrining secara rutin.
Sebagian besar penderita hepatitis C tidak mengalami gejala selama bertahun-tahun sehingga baru diketahui ketika telah terjadi kerusakan hati.
Hepatitis D
Hepatitis D hanya dapat menginfeksi seseorang yang telah terinfeksi hepatitis B.
Karena itu, vaksin hepatitis B juga memberikan perlindungan terhadap hepatitis D.
Hepatitis E
Hepatitis E memiliki cara penularan yang mirip dengan hepatitis A, yaitu melalui makanan dan air yang tercemar.
Sebagian besar penderita dapat sembuh sendiri, tetapi infeksi pada ibu hamil memerlukan perhatian khusus karena dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Gejala Hepatitis
Salah satu tantangan terbesar adalah banyak penderita hepatitis tidak merasakan gejala sama sekali, terutama pada hepatitis B dan C kronis.
Apabila muncul, gejalanya dapat berupa:
- Mudah lelah.
- Demam ringan.
- Mual dan muntah.
- Nafsu makan menurun.
- Nyeri pada perut kanan atas.
- Urine berwarna gelap seperti teh.
- Feses berwarna pucat.
- Mata dan kulit menguning.
- Gatal di seluruh tubuh.
- Penurunan berat badan.
Karena gejalanya tidak khas, pemeriksaan laboratorium sering kali menjadi satu-satunya cara mengetahui adanya infeksi hepatitis.
Siapa yang Perlu Melakukan Pemeriksaan Hepatitis?
Pemeriksaan hepatitis dianjurkan terutama bagi seseorang yang:
- Memiliki anggota keluarga dengan hepatitis B atau C.
- Pasangan penderita hepatitis.
- Pernah menggunakan jarum suntik secara bergantian.
- Menjalani hemodialisis.
- Petugas kesehatan yang sering terpapar darah.
- Ibu hamil (terutama skrining hepatitis B).
- Pernah menjalani transfusi darah sebelum sistem skrining modern diterapkan.
- Memiliki hasil pemeriksaan fungsi hati yang tidak normal.
Pemeriksaan biasanya dilakukan melalui tes darah untuk mendeteksi infeksi virus maupun menilai fungsi hati.
Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis?
Sebagian besar kasus hepatitis sebenarnya dapat dicegah dengan langkah sederhana, yaitu:
✅ Lengkapi vaksinasi hepatitis B sesuai jadwal.
✅ Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
✅ Cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
✅ Hindari berbagi alat cukur, gunting kuku, atau sikat gigi.
✅ Pastikan alat medis, tindik, maupun tato menggunakan peralatan yang steril.
✅ Terapkan hubungan seksual yang aman.
✅ Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian.
✅ Konsumsi makanan dan air minum yang bersih.
✅ Lakukan pemeriksaan kesehatan bila memiliki faktor risiko.
Apakah Hepatitis Bisa Disembuhkan?
Penanganan hepatitis bergantung pada penyebabnya.
- Hepatitis A umumnya sembuh dengan sendirinya melalui perawatan suportif.
- Hepatitis B kronis dapat dikendalikan dengan obat antivirus sehingga risiko kerusakan hati dapat ditekan.
- Hepatitis C dapat disembuhkan dengan terapi antivirus modern sesuai anjuran dokter.
Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan semakin kecil risiko komplikasi.
Penulis : dr Mimi Oktavia (Dokter Umum Klinik IPB Dramaga)
# Hepatitis: Let’s Break It Down
# HariHepatitisSedunia2026