Hari Kesehatan Jiwa Sedunia – Mental Health in Humanitarian Emergencies

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia – Mental Health in Humanitarian Emergencies
Menurut WHO Hari Kesehatan Jiwa Sedunia menjadi pengingat yang kuat bahwa tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental. Kampanye tahun ini berfokus pada kebutuhan mendesak untuk mendukung kesehatan mental dan kebutuhan psikososial masyarakat yang terdampak darurat kemanusiaan.
Krisis seperti bencana alam, konflik, dan darurat kesehatan masyarakat menyebabkan tekanan emosional, dengan satu dari lima individu mengalami kondisi kesehatan mental. Mendukung kesejahteraan mental individu selama krisis semacam itu tidak hanya penting, tetapi juga menyelamatkan nyawa, memberi mereka kekuatan untuk bertahan, ruang untuk menyembuhkan, memulihkan, dan membangun kembali, tidak hanya sebagai individu tetapi juga sebagai komunitas. Itulah mengapa sangat penting bagi semua orang, termasuk pejabat pemerintah, penyedia layanan kesehatan dan sosial, staf sekolah, dan kelompok masyarakat untuk bersatu. Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan mereka yang paling rentan memiliki akses dukungan yang mereka butuhkan sekaligus melindungi kesejahteraan semua orang.
Psychological First Aid (PFA)
Apa itu Pertolongan Pertama Psikologis?
Pertolongan Pertama Psikologis (PFA) adalah pendekatan berbasis bukti yang dibangun diatas konsep ketahanan manusia. PFA bertujuan untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan yang sehat setelah peristiwa traumatis, bencana alam, keadaan darurat kesehatan masyarakat, atau bahkan krisis pribadi.
Pertolongan Pertama Fisik digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan fisik akibat cedera tubuh, sedangkan Pertolongan Pertama Psikologis adalah strategi untuk mengurangi berbagai emosi dan respon menyakitkan yang dialami oleh orang-orang yang terpapar stres tinggi. Distres emosional tidak selalu terlihat seperti cedera fisik, tetapi sama menyakitkan dan melemahkan.
Setelah melalui pengalaman yang mengubah hidup, wajar jika kita terpengaruh secara emosional.
- Setiap orang yang mengalami bencana pasti terpengaruh secara emosionalnya
- Reaksi yang muncul berbeda-beda pada periode waktu yang berbeda selama dan setelah kejadian.
Beberapa reaksi stres yang umum meliputi:
- Kebingungan
- Takut
- Perasaan putus asa dan tidak berdaya
- Masalah tidur
- rasa sakit fisik
- kecemasan
- Amarah
- Duka
- Terkejut
- Agresivitas
- Iman agama yang terguncang
- Hilangnya kepercayaan terhadap diri sendiri atau orang lain.
Tujuan Pertolongan Pertama Psikologis
Tujuan dari Pertolongan Pertama Psikologis adalah untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan:
- Keamanan
- Ketenangan & Kenyamanan
- Keterhubungan
- Pemberdayaan Diri, dan
- Harapan
Pertolongan Pertama Psikologis memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi tekanan psikologis dengan memberikan kehadiran yang penuh perhatian dan menghibur, serta edukasi tentang reaksi stres yang umum. Pertolongan pertama psikologis memberdayakan individu dengan mendukung kekuatan dan mendorong keterampilan yang ada. Pertolongan pertama psikologis juga menyediakan rujukan ke layanan profesional bila diperlukan.
Pertolongan Pertama Psikologis adalah alat yang dapat kita gunakan untuk mengurangi tingkat stres. Dengan memahami reaksi stres Anda dan menerapkan prinsip-prinsip Pertolongan Pertama Psikologis, Anda dapat meningkatkan ketahanan dalam diri sendiri, keluarga, tempat kerja, dan komunitas.
Cara Memberikan Psychological First Aid (PFA) yang Efektif
Berikut adalah beberapa tips untuk memberikan PFA yang efektif:
- Pendekatan yang tenang dan empatik: Berbicaralah dengan nada yang tenang dan menunjukkan empati.
- Menghormati privasi dan martabat: Jaga privasi individu dan hindari pertanyaan yang terlalu pribadi atau mengganggu.
- Fokus pada kebutuhan saat ini: Bantu individu memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, air, tempat tinggal, dan informasi.
- Memberikan Informasi yang akurat: Sediakan informasi yang jelas dan akurat tentang situasi yang terjadi dan sumber daya yang tersedia.
- Mendorong mekanisme koping yang sehat: Bantu individu mengidentifikasi dan menggunakan strategi koping yang sehat, seperti relaksasi, olahraga, atau berbicara dengan orang yang dipercaya.
- Hindari membuat janji yang tidak bisa dipenuhi: Jangan memberikan harapan palsu atau janji yang tidak dapat kamu tepati.
Dengan berinvestasi dalam bukti dan intervensi berbasis komunitas, kita dapat memenuhi kebutuhan kesehatan mental, mendorong pemulihan jangka panjang, dan memberdayakan individu dan komunitas untuk membangun kembali kehidupan mereka dan berkembang.
Selama kondisi krisis, hampir semua orang mengalami tekanan dan gangguan sosial. Rumah hilang, keluarga terpisah, dan komunitas terpecah belah. Meskipun satu dari lima orang mungkin memiliki kondisi kesehatan mental, hampir semua orang yang terdampak mengalami tekanan emosional. Dampak ini seringkali masih terasa lama setelah keamanan fisik dipulihkan, sehingga menghambat pemulihan. Orang dengan kondisi kesehatan mental yang serius tidak boleh dibiarkan tanpa perawatan dan dukungan. Kesinambungan perawatan merupakan prioritas selama dan setelah keadaan darurat apa pun.
Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, marilah kita tingkatkan upaya kita untuk menciptakan dunia di mana kesehatan mental dihargai, dilindungi, dan dapat diakses oleh semua orang, terutama saat menghadapi kesulitan.
Penulis: Miyaswari Anggraeni, Amd.Kep. (Perawat di Klinik IPB Dramaga)
Referensi :
World Health Organization. 2025. World Mental Health Day,10 October 2025: Mental health in humanitarian emergencies melalui www.who.int/campaigns/world-mental-health-day/2025 diakses pada 30 September 2025.
Departemen Of Health. 2022. Psychological First Aid (PFA) melalui https://www.health.state.mn.us/communities/ep/behavioral/pfa.html diakses pada 30 September 2025.
Budiyanto. 2025. PFA: Pertolongan Pertama Saat Trauma Melanda? Cari Tahu! melalui https://www.halodoc.com/artikel/pfa-pertolongan-pertama-saat-trauma-melanda-cari-tahu diakses pada 30 September 2025.