HARI KUSTA SEDUNIA

HARI KUSTA SEDUNIA
# HariKustaSedunia
KUSTA atau lepra masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun sudah banyak upaya pengendalian dan pengobatan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kasus baru penyakit ini tetap tinggi dan Indonesia menempati salah satu posisi tertinggi di dunia dalam jumlah kasus kusta.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada 2023 terdapat sekitar 14.376 kasus baru kusta, dan angka ini menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga tertinggi di dunia setelah India dan Brazil. Selain itu, terdapat beberapa provinsi yang belum mencapai status eliminasi, karena prevalensi kusta di daerah-daerah tersebut masih di atas batas target eliminasi WHO (kurang dari 1 kasus per 10.000 penduduk). Upaya nasional untuk eliminasi kusta terus dilakukan bersama WHO dan mitra lainnya, termasuk peningkatan deteksi dini, pengobatan cepat, dan peningkatan kesadaran Masyarakat
APA ITU KUSTA?
Kusta adalah penyakit infeksi menahun yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyerang kulit dan saraf tepi dan bila terlambat diobati dapat menyebabkan kecacatan permanen. Namun jika segera didiagnosis dan diobati dengan terapi antibiotik yang tepat, kusta dapat disembuhkan.
MITOS DAN FATKTA SEPUTAR KUSTA
Masih banyak mitos yang beredar di masyarakat seputar kusta. Berikut penjelasan singkatnya menurut sumber kesehatan resmi:
🧠 Mitos: Kusta adalah kutukan atau penyakit mistik
Fakta: Kusta bukanlah hasil kutukan, kesalahan agama, atau keturunan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang jelas secara ilmiah dan dapat disembuhkan dengan obat.
🤝 Mitos: Kusta sangat mudah menular hanya dengan bersentuhan biasa
Fakta: Kusta termasuk penyakit menular, tetapi penularannya tidak mudah. Risiko tinggi terjadi jika ada kontak yang erat dan berkepanjangan dengan penderita yang belum diobati.
💉 Mitos: Kusta tidak bisa disembuhkan
Fakta: Kusta dapat disembuhkan melalui kombinasi antibiotik yang tersedia di fasilitas kesehatan, terutama jika deteksi dilakukan lebih awal.
STIGMA DAN TANTANGAN
Stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta masih kuat di sebagian masyarakat. Banyak penderita atau keluarga yang enggan melapor dan mencari pengobatan karena takut diasingkan atau dipandang negatif. Stigma ini menjadi hambatan besar dalam upaya pengendalian penyakit.
PENTINGNYA DETEKSI DINI
Deteksi dini memiliki peran penting untuk mencegah kecacatan dan menghentikan penularan. Tanda awal kusta bisa berupa bercak kulit yang tidak sensitif terhadap rasa atau perubahan warna kulit yang menetap. Masyarakat diajak untuk tidak takut memeriksakan diri bila memiliki gejala tersebut.
Penulis : dr. Vini Chumaira (dokter klinik IPB)
REFERENSI
- Indonesia ranks third globally in leprosy prevalence, ANTARA News (data Kemenkes/WHO).
- Leprosy Still Not Eliminated in 11 Provinces, Kompas (kasus kusta di Indonesia 2023).
- Indonesia launches final push to eliminate lymphatic filariasis, leprosy and yaws, WHO Indonesia.
- Temukan Kusta Sejak Dini: Tidak Ada Kecacatan, Tidak Ada Stigma, Kementerian Kesehatan RI (informasi fakta tentang kusta).
- Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan, Kementerian Kesehatan RI.
- Menkes Ajak Masyarakat Tidak Takut Periksa Gejala Kusta, Kementerian Kesehatan RI.
# HariKustaSedunia