Hari Pangan Sedunia 2025 : “Transformasi Sistem Pangan untuk Masa Depan yang Sehat dan Berkelanjutan”

Hari Pangan Sedunia 2025 : “Transformasi Sistem Pangan untuk Masa Depan yang Sehat dan Berkelanjutan”
Setiap tanggal 16 Oktober, dunia memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day). Peringatan ini ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) sejak tahun 1979 untuk memperingati hari berdirinya FAO pada 16 Oktober 1945. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketersediaan, keamanan, dan keberlanjutan pangan bagi seluruh umat manusia.
Tema “Transformasi Sistem Pangan untuk Masa Depan yang Sehat dan Berkelanjutan” ini menekankan perlunya perubahan dalam cara kita memproduksi, mendistribusikan, dan mengonsumsi pangan, agar dapat memenuhi kebutuhan generasi kini tanpa mengorbankan generasi mendatang.
Kondisi Pangan di Indonesia
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dan keragaman hayati yang luar biasa, namun tantangan di bidang pangan masih besar. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Panas) dan FAO (2024), Indonesia masih menghadapi beberapa isu penting :
- Ketergantungan pada beras sebagai sumber karbohidrat utama
- Tingginya angka kehilangan dan pemborosan pangan (Food loss and waste), mencapai lebih dari 20 juta ton per tahun
- Ketidakseimbangan gizi masyarakat, dengan meningkatnya kasus obesitas dan penyakit tidak menular di sisi urban, serta kurang gizi kronis (stunting) di daerah rural.
- Dampak perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian, ketersediaan air, dan ketahaan pangan.
Untuk itu, diperlakukan perubahan paradigma menuju sistem pangan yang inklusif, berketahanan, dan ramah lingkungan.
Transformasi Sistem Pangan : Apa yang Bisa Kita Lakukan ?
- Diserfikasi Pangan Lokal
Mengurangi ketergantungan pada beras dengan memanfaatkan sumber pangan lokal seperti umbi-umbian (ubi jalar, singkong), jagung, sagu, sorgum, dan millet. Selain bergizi tinggi, tanaman ini lebih taan terhadap perubahan iklim dan cocok ditanam di berbagai daerah.
- Mengurangi Pemborosan Pangan
Setiap individu dapat berkontribusi dengan cara mengambil makanan sesuaai kebutuhan, mengolah sisa makanan, dan memanfaatkan bahan pangan secara efisien. Gerakan “No Food Waste” kini mulai digencarkan di berbagai kota besar di Indonesia.
- Mendorong Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan
Pola makan gizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan protein nabati (tempe, tahu, kacang-kacangan) tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga menurunkan jejak karbon dari produksi pangan.
- Dukungan pada Petani Lokal dan UMKM Pangan
Memberli produk dari pasar lokal, petani kecil, dan produsen rumahan membantu memperkuat ekonomi daerah serta menciptakan sistem pangan yang lebih adil.
Peran Masyarakat dan Pemerintah
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kesehatan terus mendorong kebijakan ketahanan pangan berkelanjutan melalui program :
- Gerakan Pangan Lokal Nusantara
- Kampanye Isi Piringku dan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman)
- Kwasan Rumah Pangan Lestari (KPRL)
- Sekolah dan Kampus Sadar Pangan dan Gizi
Sementara itu, masyarakat memiliki peran penting sebagai agen perubahan, mulai dari kebiasaan di rumah hingga pilihan konsumsi harian.
Contoh Menu Sehat Ramah Lingkungan
Sebagai wujud nyata mendukung transformasi sistem pangan, berikut contoh menu harian yang bergizi seimbang dan berbasis pangan lokal :
| Waktu Makan | Menu |
| Pagi | Nasi jagung, telur dadar, tumis bayam dan jagung muda, buah pepaya |
| Selingan Pagi | Kacang rebus,pisang rebus |
| Siang | Nasi putih, sup ayam + sayur (wortel, tomat, buncis), tempe goreng, buah pisang |
| Selingan Sore | Buah pepaya, air kelapa muda |
| Sore/Malam | Ubi kukus, pepes ikan pindang, lalapan sayur (kol, timun, terong bulat (pipit), kacang panjang, wortel) + sambal, buah jeruk manis |
Menu tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi seimbang, tetapi juga menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan.
Hari Pangan Sedunia 2025 menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga ketahanan pangan bukan hanya milik pemerintah atau petani, tetapi kita semua. Dengan mengubah cara makan, menghargai makanan, dan mendukung pangan lokal, kita turut berkontribusi mewujudkan masa depan Indonesia yang sehat, berdaulat pangan, dan berkelanjutan.
Penulis: Nana Chairunnisa, S.Tr.Gz. (Nutrisionis di Klinik IPB Dramaga)
Referensi :
Food and Agriculture Organization (FAO). World Food Day 2024 : Water is Life, Water is food.
Badan Pangan Nasional (BAPANS). 2024. Laporan Ketahanan Pangan Nasional 2024 melalui https://badanpangan.go.id/storage/app/media/2024/LAPORAN%20TAHUNAN%202024/Laporan%20Tahunan%20Deputi%20KSP%202023.pdf diakses pada 6 Oktober 2025.
Badan Pangan Nasional (BAPANAS). 2023. Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) melalui https://badanpangan.go.id/wiki/gerakan-penganekaragaman-konsumsi-pangan-beragam-bergizi-seimbang-dan-aman-b2sa diakses pada 6 Oktober 2025.