Hari Penglihatan Sedunia 2025

Hari Penglihatan Sedunia 2025
# Hari Penglihatan Sedunia 2025
Jawa Barat memiliki prevalensi kebutaan kelima tertinggi yaitu 2,8% sekaligus daerah dengan populasi kebutaan kedua tertinggi di Indonesia setelah Jawa Timur sebanyak 180.633 jiwa. Gangguan penglihatan bisa dicegah sejak dini sepanjang mengetahui faktor risiko seperti faktor genetik, penggunaan mata yang tidak cukup sehat seperti penggunaan gadget yang berlebihan serta kurangnya perlindungan mata ketika diluar ruangan.
Di era digital seperti saat ini, gadget seperti ponsel, tablet, dan komputer telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Gadget memang dapat membantu kemudahan dalam berkomunikasi, mengerjakan pekerjaan hingga mencari hiburan tetapi paparan layar gadget dalam waktu yang lama ternyata membawa dampak serius terhadap kesehatan mata.
Paparan layar secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan pada penglihatan, antara lain:
- Digital Eye Strain (DES)
Juga dikenal sebagai Computer Vision Syndrome, kondisi ini terjadi akibat melihat layar dalam waktu lama tanpa istirahat. Gejalanya meliputi mata lelah, kering, berair, sakit kepala, hingga leher dan bahu pegal. - Mata Kering
Saat menatap layar, kita cenderung lebih jarang berkedip. Ini menyebabkan air mata cepat menguap dan menyebabkan mata terasa perih atau kering. - Penglihatan Kabur atau Ganda
Menatap objek pada jarak dekat terus-menerus dapat menyebabkan ketegangan pada otot mata, yang membuat penglihatan menjadi kabur, terutama saat beralih melihat objek jauh. - Gangguan Tidur
Cahaya biru (blue light) dari layar gadget dapat menekan produksi hormon melatonin, yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, penggunaan gadget sebelum tidur bisa menyebabkan insomnia atau kualitas tidur yang buruk.
Agar tidak berdampak buruk, kita bisa melakukan beberapa langkah untuk mencegah gangguan penglihatan atau mengurangi risikonya, antara lain:
- Gunakan Aturan 20-20-20
Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar dan lihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
- Atur Pencahayaan Layar dan Ruangan
Hindari menggunakan gadget dalam ruangan yang gelap atau terlalu terang. Gunakan fitur mode malam atau blue light filter pada perangkat.
- Jaga Jarak Pandang
Idealnya, layar gadget berjarak sekitar 40–75 cm dari mata, dan posisi bagian atas layar sejajar dengan garis pandang mata.
- Sering Berkedip
Sering-seringlah berkedip secara sadar agar mata tetap lembap dan tidak cepat kering.
- Gunakan Kacamata Anti-Radiasi atau Lensa Khusus Blue Light
Jika diperlukan, gunakan kacamata yang dirancang khusus untuk melindungi mata dari cahaya biru.
Menjaga kesehatan mata merupakan investasi penting bagi masa depan. Yuk, mulai terapkan gaya hidup digital yang sehat dan lebih bijak dalam menggunakan perangkat elektronik.
Tetap terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Serta segera melakukan pemeriksaan ke dokter mata apabila mengalami gejala penyakit akibat paparan gadget yang telah disebutkan di atas, agar segera mendapatkan penanganan yang cepat tepat dan cepat.
“Yuk! Sayangi matamu, karena dari matalah kita dapat melihat dunia. Kurangi paparan layar, cukupkan istirahat, dan rawatlah penglihatan sejak dini.”
Penulis : Okta Kamilatul Huda, S.Farm
Referensi :
- https://ayosehat.kemkes.go.id/6-dampak-penggunaan-gadget-berlebihan
- American Optometric Association. (n.d.). Computer Vision Syndrome. Retrieved from https://www.aoa.org
- Sheppard, A. L., & Wolffsohn, J. S. (2018). Digital eye strain: prevalence, measurement and amelioration. BMJ Open Ophthalmology, 3(1), e000146. https://doi.org/10.1136/bmjophth-2018-000146
- Harvard Medical School. (2020). Blue light has a dark side. Retrieved from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/blue-light-has-a-dark-side
- https://kemkes.go.id/id/cegah-gangguan-penglihatan-kemenkes-dorong-sistem-jemput-bola
- https://rmik.poltekkestasikmalaya.ac.id/2025/06/27/upaya-preventif-menghadapi-risiko-gangguan-penglihatan-di-kalangan-mahasiswa/
#Hari Penglihatan Sedunia 2025