Blog

Hari Stroke Sedunia

Hari Stroke Sedunia
Artikel Kesehatan

Hari Stroke Sedunia

# Hari Stroke Sedunia

Stroke adalah kondisi medis darurat yang terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi. Dalam hitungan menit, sel-sel otak mulai mati. Stroke tidak hanya berdampak pada fisik pasien, tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi yang signifikan bagi keluarga dan negara.

Stroke dikelompokkan menjadi dua tipe utama:

  • Stroke Iskemik: Terjadi akibat penyumbatan aliran darah ke otak
  • Stroke Hemoragik: Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama stroke bergantung pada jenisnya:

  • Stroke Iskemik: Disebabkan oleh terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah otak (trombosis serebral) atau gumpalan darah/plak yang berpindah dari bagian tubuh lain seperti jantung (emboli serebral).
  • Stroke Hemoragik: Disebabkan oleh ruptur pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, aneurisma, malformasi arteriovenosa (AVM), atau angiopati amiloid.

Adapun faktor risiko yang memperbesar kemungkinan terjadinya stroke meliputi:

  • Faktor Risiko Yang Tidak Dapat Modifikasi: Usia lanjut, jenis kelamin, genetik/riwayat keluarga.
  • Faktor Risiko Yang Dapat Dimodifikasi: Hipertensi (faktor terbesar), diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, merokok, obesitas, aritmia (seperti Atrial Fibrillation), dan gaya hidup kurang aktif.

Tanda dan Gejala

Gejala stroke biasanya muncul secara mendadak. Kemenkes RI menyosialisasikan slogan “SeGeRa Ke RS” untuk mempermudah mengenali gejala awal:

  • Se (Senyum tidak simetris/menceng ke satu sisi)
  • Ge (Gerak anggota tubuh melemah atau lumpuh pada satu sisi)
  • Ra (Bicara pelo, tidak jelas, atau tidak dapat memahami perkataan)
  • Ke (Kebas atau kesemutan pada separuh badan)
  • R (Rabon/pandangan kabur pada satu mata atau kedua mata secara mendadak)
  • S (Sempoyongan/gangguan keseimbangan, pusing berputar, hingga nyeri kepala hebat secara tiba-tiba)

Patofisiologi Terjadinya Stroke

  • Patofisiologi Stroke Iskemik

Ketika pembuluh darah tersumbat, pasokan oksigen dan glukosa ke jaringan otak terhenti. Hal ini memicu hilangnya pembentukan energi seluler (ATP) sehingga terjadi kegagalan pompa ion Na+/K+. Akibatnya, ion kalsium (Ca2+) masuk secara masif ke dalam sel, memicu pelepasan glutamat berlebih (eksitotoksisitas), pembentukan radikal bebas, serta peradangan seluler. Area inti (core) mengalami nekrosis dalam kurun waktu beberapa menit, sedangkan jaringan di sekitarnya (penumbra iskemik) masih dapat diselamatkan jika aliran darah segera direperfusi.

  • Patofisiologi Stroke Hemoragik

Pecahnya pembuluh darah menyebabkan darah keluar ke parenkim otak (Intracerebral Hemorrhage) atau ke ruang subaraknoid (Subarachnoid Hemorrhage). Luapan darah membentuk hematoma yang menekan jaringan otak sekitarnya, meningkatkan Tekanan Intrakranial (TIK), serta menurunkan Cerebral Perfusion Pressure (CPP). Darah yang membeku dan produk destruksinya (seperti hemoglobin) memicu efek toksik langsung, edema serebri, iskemia sekunder, dan risiko herniasi otak.

Tatalaksana Medis dan Tindakan Pengobatan

Tatalaksana stroke memerlukan pendekatan multidisiplin yang terbagi dalam beberapa tahapan:

  1. Tatalaksana Kegawatdaruratan Penanganan Awal (Stabilisasi)
  • Penilaian Airway, Breathing, Circulation (ABC).
  • Pemeriksaan pencitraan cepat (CT Scan kepala tanpa kontras atau MRI) untuk membedakan stroke iskemik atau hemoragik.
  • Kontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan suhu tubuh
  1. Pengobatan Spesifik Stroke Iskemik
  • Terapi Reperfusi/Trombolisis Intravena: Pemberian Recombinant Tissue Plasminogen Activator (r-tPA / Alteplase) dalam rentang golden period (kurang dari 4,5 jam setelah onset gejala).
  • Trombektomi Mekanik: Tindakan intervensi endovaskular untuk mengambil sumbatan pada pembuluh darah besar dalam kurun waktu hingga 6–24 jam pada kasus tertentu.
  • Antiplatelet dan Antikoagulan: Pemberian aspirin/clopidogrel untuk mencegah pembentukan trombus lanjutan.
  1. Pengobatan Spesifik Stroke Hemoragik
  • Pencegahan Perdarahan Lanjutan: Penurunan tekanan darah secara agresif dan terkontrol serta pemberian agen hemostatik atau pembalikan efek antikoagulan (reversal therapy).
  • Pengendalian TIK: Terapi hiperosmolar (seperti mannitol atau salin hipertonik).
  • Tindakan Pembedahan: Operasi dekompresi kraniotomi atau evakuasi hematoma jika terdapat perdarahan luas atau ancaman herniasi otak.
  1. Rehabilitasi Medis dan Pencegahan Sekunder
  • Fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara pasca-stabilitas klinis untuk memulihkan fungsi sensorik, motorik, dan kognitif.
  • Pengendalian faktor risiko secara ketat (kontrol tekanan darah, modifikasi gaya hidup, obat anti-hipertensi, dan statin).

Berikut adalah tabel perbedaan utama antara stroke hemoragik dan stroke non-hemoragik (iskemik):

ParameterStroke Non-Hemoragik (Iskemik)Stroke Hemoragik
Penyebab UtamaPenyumbatan atau penyempitan pembuluh darah otak (trombus atau emboli).Pecahnya pembuluh darah di otak (perdarahan intraserebral atau subaraknoid).
InsidensiPaling sering terjadi (sekitar 80–85% dari total kasus).Lebih jarang terjadi (sekitar 15–20% dari total kasus).
Sifat Onset GejalaTerjadi mendadak, sering kali berkembang saat istirahat atau bangun tidur.Terjadi sangat mendadak, sering kali terpicu saat beraktivitas fisik berat atau stres.
Nyeri KepalaRingan hingga tidak ada (jarang disertai nyeri hebat).Nyeri kepala yang sangat berat (thunderclap headache).
KesadaranBiasanya kesadaran tetap baik/compos mentis pada awal kejadian.Sering terjadi penurunan kesadaran (sopor hingga koma) secara cepat.
Gejala PenyertaKelumpuhan separuh badan, kebas, bicara pelo/tidak jelas.Mual, muntah menyembur (projectile vomiting), kejang, serta kaku kuduk.
Faktor Risiko UtamaAterosklerosis, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung (seperti Atrial Fibrillation).Hipertensi berat/tidak terkontrol, aneurisma, malformasi arteriovenosa (AVM).
Pemeriksaan CT-ScanTampak area berbayang gelap (hipodens) pada jaringan otak yang mengalami iskemia.Tampak area berbayang terang/putih (hiperdens) yang menandakan adanya perdarahan.
Fokus TatalaksanaMembuka sumbatan (reperfusi) dengan obat pemecah gumpalan (trombolitik) atau antiplatelet.Menghentikan perdarahan, menurunkan tekanan darah, dan mengontrol tekanan intrakranial (kadang butuh operasi).

Penulis : Ns. Pratiwi Puji Lestari. S.Kep (Ners Klinik IPB Dramaga)

Daftar Pustaka

  • Familah, A., Arifin, A. F., Muchsin, A. H., Rachman, M. E., & Dahliah. (2024). Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(6), 456–463.
  • Fitriyani, F. (2024). Trombolisis sebagai Tatalaksana Stroke Iskemik: Sebuah Laporan Kasus. Jurnal Medula, 14(3), 493–498.
  • Haiga, Y., Prima Putri Salman, I., & Wahyuni, S. (2022). Perbedaan Diagnosis Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik dengan Hasil Transcranial Doppler di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Scientific Journal, 1(5), 391–400.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Stroke. Jakarta: Kemenkes RI.
  • Setiawan, P. A. (2021). Diagnosis dan Tatalaksana Stroke Hemoragik. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1660–1665.
  • Sugianto, P. (2020). Patofisiologi Iskemik Stroke Terkini. Surabaya: Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

# Hari Stroke Sedunia

# KlinikIPBDramaga

# Hari Stroke Sedunia

# Hari Stroke Sedunia

Recent Posts

Categories