Blog

MANAGEMEN STRESS PADA MAHASISWA

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia-10 Oktober 2024
Artikel Kesehatan

MANAGEMEN STRESS PADA MAHASISWA

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia-10 Oktober 2024
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia-10 Oktober 2024

# MANAGEMEN STRESS PADA MAHASISWA

“Menurut data Kementrian Riset dan Teknologi (2020) bahwa sebesar 55% masyarakat di Indonesia mengalami stress”

Dalam kehidupan sehari-hari, sering terdengar orang mengeluh bahwa dirinya sedang stress. Adapun keluhan yang sering dirasakan biasanya  dapat muncul dari berbagai sumber, seperti : masalah keluarga, keuangan, pekerjaan, tugas, maupun konflik dengan teman ataupun lingkungannya. Ketika seseorang merasa tertekan, tubuhnya akan memproduksi hormon seperti adrenalin dan kortisol, yang memicu respons “fight or flight“. Meskipun stres dapat memotivasi kita untuk memiliki performa lebih baik, namun stress yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Untuk menghindari terjadinya stress, maka perlu dianalisis faktor – faktor yang dapat menyebabkan stress dan bahagaimana cara untuk mengatasi stress tersebut.

Menurut Coleman terdapat tiga sumber faktor penyebab stress, yaitu :

  1. Stresor fisk/ jasmani, seperti : suhu dingin/panas, suara bising, kelelahan fisik, polusi udara, dan tempat tinggal yang tidak memadai
  2. Stresor psikologi, seperti : rasa takut, kesepian, marah, patah hati, cemburu, jengkel, dan iri hati
  3. Stressor sosial budaya, seperti : tugas yang menumpuk, beban kerja berlebihan, tekanan waktu yang tidak terpenuhi, perubahan prosedur, komunikasi yang buruk, dan peran kerja yang dipahami didefinisikan dengan buruk

Mahasiswa pada umumnya memiliki beban tugas yang lebih besar daripada ketika menjadi seorang siswa. Apalagi jika mahasiswa sudah berada pada semester akhir. Beban dan tanggung jawab mereka akan lebih berat dengan adanya tekanan untuk menyelesaikan skripsi sebagai persyaratan mendapatkan gelar sarjana. Oleh karena itu, beban stress pun akan muncul lebih besar. Stress yang disebabkan oleh lingkungan memicu munculnya masalah sosial dan kesehatan.

Manajemen stress adalah suatu prosedur untuk melakukan pengendalian atau pengelolaan stress yang bertujuan untuk mengenal penyebab timbulnya stress dan mengetahui teknik-teknik mengatasi stress. Lalu bagaimana caranya untuk mengelola stress?

Adapun cara yang dapat dilakukan mahasiswa untuk melakukan manajemen stress, antara lain :

  1. Rutin berolahraga dan memelihara kesehatan diri sendiri

Olahraga efektif untuk membantu mengatasi stress. Dengan melakukan olahraga, maka akan memperlancar peredaran darah dan membuka jantung untuk menerima oksigen lebih banyak

  1. Minum air putih yang cukup

Minum air putih dapat membantu tubuh menjadi rileks dan dengan cairan tubuh yang cukup akan menghindari kepenatan dan kelelahan yang akan memperburuk keadaan stress

  1. Pijat dan rileksasi

Pijatan mampu menenangkan pikiran dan jiwa setelah seharian melakukan aktivitas dan mampu meregangkan otot-otot yang penat serta mampu menstimulasi peredaran darah. Melakukan rileksasi 10-15 menit setiap hari dapat membantu mengendorkan ketegangan otot akibat stress

  1. Menjalankan hobi

Cara terbaik melepaskan stress adalah menyalurkan hobi. Hobi yang melibatkan banyak orang dalam satu grup sangat dianjurkan karena hobi akan sangat kondusif terhadap kehidupan sosial seseorang

  1. Meditasi dan berpikiran positif

Meditasi akan membantu untuk melupakan pikiran-pikiran dan kekhawatiran yang menyebabkan kita menjadi stress

  1. Makan makanan yang bergizi

Makan makanan bergizi dan secara teratur dapat membantu menyeimbangkan gula darah. Gula darah yang terkontrol akan meminimalisir munculnya stress.

  1. Belajar hidup tertib dan teratur, serta menggunakan waktu sebaik-baiknya
  2. Menghindari adanya perubahan besar dalam waktu yang bersamaan
  3. Menerima diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya
  4. Membicarakan persoalan yang sedang dihadapi dengan orang yang dipercaya dan membina persahabatan dengan orang lain.

Pengendalian stress sebenarnya tidak sulit seperti yang dibayangkan orang-orang. Stress dapat direduksi atau dikelola tanpa menimbulkan dampak yang negatif. Manajemen stress lebih daripada sekedar mengatasinya, yakni belajar menanggulanginya secara adaptif dan efektif. Penguasaan dalam manajemen stres dapat menciptakan keseimbangan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kesehatan mental, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Penulis : Ns. Aprilia Siti Solehat, S.Kep

Referensi :

Kurniwati, W., Setyaningsih R. 2022. Manajemen Stress Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Dalam Penyusunan Skripsi : Jurnal An-Nur: Kajian Pendidikan dan Ilmu Keislaman Vol. 8, No. Juli- Desember 2022 ISSN 2461-1158

# MANAGEMEN STRESS PADA MAHASISWA

# KLINIKIPBDRAMAGA

Recent Posts

Categories