Stroke dan Cara Cepat Mengenali Gejala

Stroke dan Cara Cepat Mengenali Gejala
# Stroke dan Cara Cepat Mengenali Gejala
Apa itu stroke ?
Stroke adalah kondisi darurat neurologis yang terjadi ketika aliran darah kesebagian otak terhenti, baik karena penyumbatan (iskemik) maupun perdarahan (hemoragik). Kerusakan otak dimulai segera setelah aliran darah terganggu, setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan hilangnya jutaan sel saraf dan memperburuk hasil klinis. Oleh karena itu, pengenalan gejala yang cepat dan tindakan segera sangat kritis untuk mengurangi kecacatan dan mortalitas. Adapun pengenalan gejala yang cepat dan tindakan yang bisa dilakukan antara lain :
- Terapi reperfusif seperti trombolisis intravena (alteplase) paling efektif bila diberikan dalam waktu sempit setelah gejala awal, umumnya dianggap hingga 4,5 jam untuk banyak pasien iskemi akut
- Terapi endovaskular (trombektomi) dapat dipertimbangkan bagi pasien sampai dengan rentang waktu yang lebih panjang dalam beberapa kasus. Keterlambatan membawa konsekuensi nyata: pasien yang datang lebih cepat memiliki peluang pemulihan yang lebih baik dan disabilitas yang lebih sedikit.
Gejala utama yang harus diingat jika terjadi stroke: F.A.S.T.
Akronim F.A.S.T. (Face, Arm, Speech, Time) adalah alat pengenalan yang sederhana dan terbukti membantu masyarakat mengenali stroke:
- Face (Wajah): Tiba-tiba satu sisi wajah terkulai atau tidak simetris (minta orang yang dicurigai tersenyum)
- Arm (Lengan): Kelemahan atau mati rasa pada satu lengan; ketika diminta mengangkat kedua lengan, satu lengan turun.
- Speech (Bicara): Bicara cadel/berbelit atau tidak dapat memahami ucapan.
- Time (Waktu): Waktu mulai gejala harus dicatat (segera hubungi layanan darurat)
F.A.S.T. mudah diingat dan mendeteksi sebagian besar stroke sedang/berat yang memerlukan intervensi cepat. Pengenalam F.A.S.T. oleh organisasi stroke nasional telah terbukti meningkatkan pengenalan tanda-tanda tersebut di masyarakat.
Tanda lain dari stroke yang perlu diwaspadai
- Kebingungan mendadak
- Kesulitan memahami pembicaraan
- Mati rasa mendadak pada wajah/tubuh
- Sakit kepala hebat tanpa penyebab jelas (lebih khas pada stroke perdarahan),
- Tiba-tiba kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata
- Pusing berat disertai gangguan koordinasi (Sekitar 25% stroke dapat memiliki bentuk yang tidak tipikal sehingga kesadaran klinis tetap penting)
Langkah tindakan saat curiga stroke
- Segera panggil layanan darurat (nomor darurat setempat). Jangan menunggu membaik atau berharap gejala hilang sendiri.
- Catat waktu dimulainya gejala: informasi ini penting bagi tim medis untuk menentukan pemberian terapi trombolitik atau intervensi lain.
- Jangan beri makanan/minuman atau obat oral jika pasien mengalami gangguan kesadaran atau menelan, karena akan mengalami risiko tersedak.
- Tetap tenang dan lindungi jalan napas jika pasien muntah atau tidak responsif; letakkan miring (posisi pemulihan) jika perlu sambil menunggu bantuan.
- Bawa catatan medis bila tersedia (riwayat penyakit, obat-obatan termasuk antikoagulan, alergi). Beberapa obat atau kondisi (mis. penggunaan antikoagulan) akan mempengaruhi keputusan terapi.
Hambatan umum yang menyebabkan keterlambatan
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak orang mengenali satu atau dua gejala stroke, hanya sebagian kecil yang sadar terhadap keseluruhan tanda atau tahu pentingnya segera menghubungi layanan darurat. Rasa takut, meremehkan gejala, kurangnya pengetahuan, dan menunggu gejala hilang sendiri adalah penyebab keterlambatan yang sering dilaporkan. Kampanye edukasi publik yang berkelanjutan (seperti Act F.A.S.T.) dan pengetahuan keluarga/lingkungan sangat penting mengurangi waktu tunda.
Peran pencegahan dan pendidikan masyarakat
Mengurangi risiko stroke melalui pengendalian faktor risiko (hipertensi, diabetes, merokok, dislipidemia, obesitas, atrial fibrilasi yang tidak terdiagnosis) adalah upaya jangka panjang yang krusial. Namun untuk menyambut Hari Stroke Sedunia, fokus edukasi singkat yang berdampak adalah: ajarkan F.A.S.T. di komunitas, dorong pemeriksaan tekanan darah rutin, dan informasikan nomor darurat lokal serta prosedur yang harus dilakukan saat mencurigai stroke. Edukasi berkelanjutan, kampanye publik, dan kontrol faktor risiko tetap menjadi dasar bagi pencegahan jangka panjang. Pada Hari Stroke Sedunia ini, mari kita lebih mengenali tentang gejala Stroke, karena cepat mengenali berarti cepat bertindak, sehingga harapan pemulihan akan lebih besar.
Penulis : dr. Wahyu Rachwaldy (Doktter Umum Klinik IPB Dramaga)
Referensi
- American Stroke Association — Stroke Symptoms / F.A.S.T. resources. (www.stroke.org)
- Pedoman AHA/ASA untuk manajemen awal stroke iskemik (guidelines; catatan tentang trombolisis 4.5 jam). (www.stroke.org)
- Studi/ulasan tentang akurasi dan presisi F.A.S.T. / performa alat pengenalan stroke. (Hagberg et al., Neurology Open 2024). (PMC)
- CDC — Stroke facts & awareness data (publik awareness dan dampak keterlambatan). (CDC)
- Kajian sistematik terkini mengenai BE-FAST vs FAST (pre-hospital recognition). (PubMed)
# Stroke dan Cara Cepat Mengenali